detikNews
Kamis 06 Juli 2017, 13:34 WIB

Istri Jenderal Tampar Petugas, Polisi Cek CCTV Bandara

Ferdinan - detikNews
Istri Jenderal Tampar Petugas, Polisi Cek CCTV Bandara Foto: screenshot video penumpang menampar petugas bandara
Jakarta - Penyidik Polresta Manado, Sulut, bergerak cepat menangani kasus istri jenderal menampar petugas Bandara Sam Ratulangi. Penyidik juga melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian mengamuknya penumpang berinisial JOW tersebut.

"Penanganan kasusnya ditarik ke Polresta Manado. Untuk mempercepat pemeriksaan saksi-saksi, penyidik melakukan pemeriksaan langsung ke bandara sekaligus memeriksa CCTV yang mungkin bisa digunakan sebagai petunjuk dan alat bukit," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi, Kamis (6/7/2017).

Baca juga: Istri Jenderal Tampar Petugas Bandara, Wakapolri: Diproses Hukum

Kasus ini dilaporkan dua petugas bandara berinisial AM dan EW ke Polsek Bandara Sam Ratulangi atas sangkaan penganiayaan. JOW mengamuk diduga karena tak terima diingatkan petugas untuk melepaskan jam tangan ketika melewati gate X-ray di terminal, Rabu (5/7).

Mulanya JOW memarahi petugas bandara berinisial AM yang meminta dirinya memasukkan jam tangan ke mesin X-ray. JOW lantas memukulnya.

"Pelaku (JOW) tidak terima dan langsung memarahi korban dan langsung memukul korban dengan menggunakan tangan dan mengenai pada bagian lengan korban," ujar Ibrahim.

Setelah pemukulan terhadap AM, petugas bandara berinisial EW datang melerai. "Tetapi pelaku memarahi dan memukul perempuan EW menggunakan tangan dan mengenai di bagian wajah sebelah kiri," ucap Ibrahim.

JOW, yang tak terima, juga melaporkan balik petugas bandara dengan sangkaan perbuatan tidak menyenangkan. Dua laporan ini ditarik ke Polresta Manado setelah pemeriksaan awal di Polsek Bandara Sam Ratulangi.

"Laporan pidana tersebut tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Untuk latar belakang keluarga pelaku, belum kita klarifikasi karena memang tidak terkait permasalahan dan tidak menjadi materi dari proses penyidikan perkara pidana," tutur Ibrahim.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed