detikNews
Kamis 06 Juli 2017, 13:16 WIB

Istri Jenderal Tampar Petugas Bandara, Wakapolri: Diproses Hukum

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Istri Jenderal Tampar Petugas Bandara, Wakapolri: Diproses Hukum Wakapolri Komjen Syafruddin (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin menegaskan proses hukum atas kasus istri jenderal menampar petugas bandara tetap berlanjut. Kasus ini ditangani Polresta Manado.

"Itu sudah diproses hukum," ujar Syafruddin kepada wartawan di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).

Baca juga: Istri Jenderal Tampar Petugas, Polri: Siapa Berbuat, Tanggung Jawab

Namun, menurut Syafruddin, suami JOW, penumpang yang mengamuk di Bandara Sam Ratulangi, Rabu (5/7) pagi, baru saja pensiun dari Polri. Polri sebelumnya menyebut JOW merupakan istri Brigjen Johan A Sumampouw, yang bertugas di Lemhannas.

"Baru pensiun," katanya.

Baca juga: Penampar Petugas Bandara Manado Istri Jenderal Polisi

JOW mengamuk saat berada di terminal keberangkatan pada bagian pemeriksaan X-ray sekitar pukul 07.30 WIB, Rabu (5/7). Saat JOW melewati gate X-ray, petugas bandara berinisial AM meminta JOW melepaskan jam tangan untuk dimasukkan di X-ray sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tidak terima diingatkan, JOW memarahi serta memukul AM menggunakan tangan dan mengenai lengan korban. Setelah pemukulan itu, petugas bandara lainnya berinisial EW datang melerai.



"Tetapi pelaku memarahi dan memukul perempuan EW menggunakan tangan dan mengenai bagian wajah sebelah kiri," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo secara terpisah.

Baca juga: Amuk Istri Jenderal di Bandara: Pukul Petugas Lalu Menampar

Polri sebelumnya sudah menegaskan pengusutan dugaan tindak pidana dilakukan tanpa melihat latar belakang pelaku. Ada dua laporan yang ditangani polisi, yakni laporan dari dua petugas bandara korban pemukulan dan laporan JOW yang mengadukan petugas bandara atas sangkaan perbuatan tidak menyenangkan.

"Saya belum konfirmasi (JOW istri jenderal, red). Namun siapa pun dia, kita bicara hukum, siapa berbuat apa. Jadi kalau di video itu melakukan penamparan dan yang ditampar itu tidak suka melaporkan, tentunya punya hak untuk melaporkan. Kita proses," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto.
(fiq/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed