Ungkap Peristiwa 1965, YPKP Raih Penghargaan di Korsel

Ungkap Peristiwa 1965, YPKP Raih Penghargaan di Korsel

Dewi Irmasari - detikNews
Rabu, 05 Jul 2017 16:35 WIB
Jakarta - Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 65 (YPKP 65) Bedjo Untung mendapat '7th Human Right Award 2017' dari The Truth Foundation, Korea Selatan. Penghargaan diberikan karena YPKP 65 dianggap berhasil mengungkap kebenaran kasus kejahatan HAM pada tahun 1965 silam yang terjadi di Indonesia.

"Saya tidak punya firasat bahwa saya akan mendapat award itu. Kami tidak pernah melamar dan tidak ada organisasi lain yang merekomendasikan agar Bedjo Untung dan YPKP 65 dapat award. Karena itu, saat panitia mengumumkan nominasi terpilih, saya agak terkejut," ujar Bedjo di kantor YLBHI, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2017).

Penganugerahan itu diberikan kepada Bedjo di kota Namsan, Seoul, Korea Selatan pada 26 Juni 2017 lalu. Pemberian penghargaan tersebut bertepatan dengan Hari Dukungan untuk Korban Penyiksaan Internasional.


Korban '65 disebut Bedjo merasa terhormat dengan penghargaan tersebut. Lewat penghargaan itu pula, korban '65 diharapkan akan lebih semangat untuk mengungkap kebenaran dan ketidakadilan atas peristiwa tersebut.

"Artinya kawan-kawan korban '65 mendapat solidaritas. Ini merupakan penguat bagi kami. Saat ini semangatnya semakin berkobar-kobar," ucap Bedjo.

Bedjo menyebut, pemberian penghargaan itu hanyalah simbolis dan merupakan momentum untuk membangun solidaritas di kawasan Asia terhadap perjuangan HAM di masa lalu, khususnya peristiwa 1965.
Ungkap Peristiwa 1965, YPKP Raih Penghargaan di Korsel

"Esensinya adalah bahwa Tragedi 65 Indonesia juga telah menjadi bagian dalam riset The Truth Foundation Korsel, sebuah elemen masyarakat di Asia," kata Bedjo.

The Truth Foundation sendiri merupakan sebuah lembaga yang dibentuk pada tahun 2009 untuk membantu pengungkapan korban kejahatan HAM di Korea. Sejak tahun 2011, The Truth Foundation memulai tradisi penganugerahan bagi institusi atau pribadi yang menjadi korban kejahatan HAM agar bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan perjuangan. (irm/asp)