DetikNews
Rabu 21 Juni 2017, 14:49 WIB

Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti (kemeja putih) Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya menjadi tersangka penerimaan suap terkait fee proyek pembangunan peningkatan jalan di Kabupaten Rejang Lebong. Ridwan Mukti menerima uang Rp 1 miliar dari total fee Rp 4,7 miliar yang dijanjikan pengusaha pemenang proyek.

"Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh gubernur Bengkulu terkait dengan fee proyek dan meningkatkan status perkara ke penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/6/2017).

Berikut kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terkait suap gubernur Bengkulu pada Selasa (20/6):

[Gambas:Video 20detik]

- Pukul 09.00 WIB

Tim KPK menduga ada pemberianuang kepada Rico Dian Sari (RDS) dari PT Statika Mitra Sarana (SMS) Jhoni Wijaya yang dikemas dalam kardus karton. Pada pukul 09.00 WIB, Rico mengantarkannya ke rumah gubernur Bengkulu Ridwan Mukti.

- Pukul 09.30 WIB

Rico keluar dari rumah gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. Setelahnya menyusul Ridwan Mukti meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor.

- Pukul 10.00 WIB

Tim KPK menangkap Rico di jalan setelah meninggalkan rumah Ridwan Mukti. Tim membawa Rico kembali ke rumah Ridwan dan bertemu dengan istri Ridwan,
Lily Martiani Maddari.

Di rumah Ridwan, tim mengamankan uang Rp 1 miliar dalam pecahan Rp 100 ribu yang sebelumnya sudah disimpan dalam brankas. Tim KPK kemudian membawa Rico dan Lily ke Mapolda Bengkulu.

- Pukul 10.30 WIB

Tim KPK menangkap Jhoni di hotel tempat menginap di Bengkulu. Tim KPK juga mengamankan uang Rp 260 juta pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dalam tas ranse.

KPK kemudian membawa Jhoni ke Polda Bengkulu.

- Pukul 11.00 WIB

Ridwan Mukti datang ke Mapolda Bengkulu

- Pukul 14.45 WIB

Tim KPK membawa 5 orang termasuk staf Rico berinisial H ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan. Empat orang ditahan sedangkan staf Rico dilepas.

KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka penerima yakni Ridwan Mukti, Lily Martiani Maddari dan Rico Dian Sari. Ketiganya disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi uang suap yakni Direktur PT SMS, Jhoni. Jhoni disangkakan dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.


(dkp/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed