Ramadan di Polandia: Puasa 19 Jam di Tengah Ujian & Rindu Kampung

Dewi Novita Sari - detikNews
Rabu, 21 Jun 2017 13:45 WIB
Foto: Ramadan di Polandia (Dewi Novita Sari)
Warsawa - Cerita Ramadanku tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini aku mengalami Ramadan di negara 4 musim tepatnya di Polandia, negara di Eropa Tengah. Letaknya persis di sebelah Timur Jerman dan sebelah barat Rusia.

Saat ini di negara Polandia sedang mengalami perubahan dari musim semi (spring) ke panas (summer). Karena letaknya yang berada di bagian lintang utara ekuator, di sini panjang hari siang lebih lama dari panjang malam di bulan Ramadan. Siang hari memiliki waktu kurang lebih 19 jam dan malam hari hanya berkisar 5 jam saja.

Sudah hampir 1 tahun aku merantau di Polandia, hingga saat ini mendapat kesempatan merasakan bulan Ramadan di negara yang memiliki perbedaan jauh dari Indonesia baik di segi perubahan waktu, budaya, sosial, dan kebiasaan sehari-hari. Sekarang aku tinggal di district Lodz, tepatnya belajar di University of Lodz untuk persiapan bahasa jenjang master.

Kita tahu muslim di negara ini termasuk minoritas, bahkan kadang ada pandangan-pandangan miring terhadap kaum muslim di Eropa. Pengalamanku sebagai muslim yang menjalankan puasa di sini bisa dibilang menyenangkan tapi juga cukup berat.

Menyenangkan karena kami, sesama muslim di Lodz, bisa berkumpul untuk buka bersama dan tarawih, kebetulan lokasi salat tarawih ada di aula asrama tempatku tinggal karena di sini jarang sekali terdapat masjid.

Kami buka puasa sekitar jam 21.00 waktu setempat dilanjutkan salat tarawih pukul 23.00 waktu setempat, sahur dan persiapannya dimulai pada pukul 01.00 dan azan Subuh berkumandang pukul 02.00.

Ramadan di Polandia: Puasa 19 Jam di Tengah Ujian & Rindu KampungFoto: Salat tarawih berjemaah di Polandia (Dewi Novita Sari)


Kurang lebih kami memiliki waktu untuk makan dan minum selama 4 jam setiap harinya. Meskipun cukup berat, cuaca di sini yang lumayan dingin membuat lapar dan dahaga selama 19 jam tidak begitu terasa.

Siang hari kami beraktivitas seperti biasanya, bahkan saat Ramadan ini kami memiliki ujian akhir semester sehingga harus tetap belajar dengan kondisi puasa. Jadwal kuliah kami pun tidak berbeda dengan hari-hari biasanya, kadang dari pagi sampai sore kami kuliah. Malam harinya kami gunakan waktu sebaik mungkin untuk beribadah.

Mayoritas muslim di negara Polandia didominasi oleh orang Timur Tengah seperti Turki, Irak, Arab, dan sebagainya. Namun, tidak sedikit pula muslim dari Afrika dan tentu Indonesia yang mengikuti salat berjemaah di sini.

Alhamdulillah makanan buka puasa kami sudah disediakan oleh salah satu restoran ternama dari Turki. Menu setiap harinya nasi goreng, nasi kuning, sup dan ayam ala Timur Tengah. Kadang kami memasak sendiri menu lain sebagai pelengkap buka puasa. Semuanya tentu tidak mengurangi kenikmatan buka puasa bersama.

Ramadan di Polandia: Puasa 19 Jam di Tengah Ujian & Rindu KampungFoto: Menu buka bersama (Dewi Novita Sari)


Sebentar lagi Ramadan usai dan kami belum bisa pulang ke Indonesia untuk berlebaran bersama keluarga. Sedih dan rindu tentu kami rasakan di sini. Ketika di Indonesia kalian bisa mengadakan acara buka bersama, berkumpul keluarga, atau memilih takjil dan makan sahur yang beraneka rupa, kami di sini menahan haus dan dahaga ditemani buku-buku dan ujian di depan mata.

Lebaran di Polandia nanti KBRI akan mengadakan Open House di Warsawa (Ibukota Polandia) di mana seluruh muslim di Polandia berkumpul. Sejenak mengobati rindu dengan sanak saudara dan makanan Indonesia.

Menjalankan puasa hampir 20 jam dalam sehari menjadi tantangan dan pengalaman berkesan bagiku pribadi. Semoga di Ramadan yang berkah ini di manapun kita berada, tetap menjalankan puasa dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho dari-Nya. Hingga tiba hari kemenangan saling bermaafan dan kembali menjadi fitri.

Ramadan di Polandia: Puasa 19 Jam di Tengah Ujian & Rindu KampungFoto: Ramadan di Polandia (Dewi Novita Sari)


*) Dewi Novita Sari, S.Si adalah Mahasiswi Master University of Lodz, Polandia; Anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Polandia bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Olahraga
*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama dan partisipasi Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia). (nwk/nwk)