DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 19:04 WIB

Jokowi-JK hingga Ketua MPR Santap Nasi Kotak Bersama di Mabes TNI

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jokowi-JK hingga Ketua MPR Santap Nasi Kotak Bersama di Mabes TNI Presiden Jokowi bersama Wapres JK hingga Ketua MPR buka bersama di Mabes TNI, Senin (19/6/2017). (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, hingga Ketua MPR Zulkifli Hasan melakukan santap malam nasi kotak pada acara buka puasa bersama di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Mereka juga dihibur penampilan musik nasyid dari tentara wanita.

Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua MPR Zulkifli Hasan, jajaran menteri Kabinet Kerja, dan para ulama hadir pada acara buka puasa bersama di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/6/2017). Sebelum santap malam bersama, mereka mendengarkan ceramah keagamaan dari Ketua MUI M Ma'ruf Amin dan salat magrib bersama.

Dalam ceramahnya, Ma'ruf mengingatkan perlunya bangsa Indonesia bersyukur karena memiliki Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila membuat Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dapat hidup dalam keberagaman. Hal ini ditambah dengan para ulama yang lapang dada menerima Pancasila.

"Dengan Pancasila, bangsa Indonesia yang beragam, terdiri atas berbagai agama, suku, dan ras dapat disatukan. Kita bersyukur memiliki tokoh Bung Karno yang dengan cerdas merumuskan Pancasila. Tanpa Pancasila, tidak ada NKRI. Kita bersyukur dengan para ulama, mereka dengan lega hati menerima Pancasila, tanpa ego untuk memikirkan bersama," ujar Ma'ruf dalam sambutannya.

Ma'ruf mengatakan Indonesia bukanlah negara Islam, bukan negara kafir, juga bukan negara perang. Indonesia adalah negara kesatuan yang dibangun atas kesepakatan dari berbagai masyarakatnya.

"Negara kesepakatan seluruh bangsa, seluruh agama, sama-sama berjanji untuk hidup bersama dalam damai, untuk saling menolong. Karena negara adalah saling membantu dan saling menolong, karena menurut Imam Ghazali negara itu saling membutuhkan. Karena itu negara hadir," imbuhnya.

Tidak banyak waktu yang digunakan Ma'ruf untuk menyampaikan ceramahnya karena waktu buka puasa sudah tiba. "Sebenarnya ceramahnya belum selesai. Namun, karena sudah waktunya berbuka, saya sudahi dulu," tutup Ma'ruf.
(nvl/erd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed