DetikNews
Jumat 16 Juni 2017, 20:04 WIB

Saat Penyandang Disabilitas Senang Nonton Vlog Jokowi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Saat Penyandang Disabilitas Senang Nonton Vlog Jokowi Jokowi saat nge-vlog beberapa waktu lalu. Foto: dok: Istimewa
Jakarta - Video blog atau vlog kini menjadi hal yang kerap dibuat oleh Presiden Jokowi untuk menyampaikan pesan kepada warga. Rupanya apa yang disampaikan Jokowi itu juga diserap oleh para penyandang disabilitas.

"Bisa dilihat, apakah ada yang beda dari vlog Presiden Jokowi?" tanya seorang penggiat disabilitas, Surya Sahetapy, saat menyampaikan paparan dalam diskusi 'Nawacita dan Pemenuhan Hak Kelompok Disabilitas' di Gedung III Setneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).

diskusi 'Nawacita dan Pemenuhan Hak Kelompok Disabilitas' di Gedung III Setneg.diskusi 'Nawacita dan Pemenuhan Hak Kelompok Disabilitas' di Gedung III Setneg. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/ detikcom

Surya merupakan seorang penyandang tuli. Dia menolak disebut sebagai tunarungu karena menurutnya berbeda kondisi.

Sebagian besar peserta diskusi yang hadir merupakan penyandang disabilitas dengan berbagai kondisi. Diskusi tersebut diselenggarakan oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan menghadirkan pula narasumber dari Kemkominfo dan Kemenaker.

"Ya, jadi yang berbeda adalah ada teks Bahasa Indonesia-nya, dulu sebelumnya tidak ada," kata Surya sambil menunjukkan screenshot vlog Jokowi.

Surya yang merupakan putra dari Ray Sahetapy dan Dewi Yull ini merasa senang karena kini bisa tahu apa yang disampaikan oleh seorang Presiden Republik Indonesia. Sebelumnya dia mengaku tak pernah mengetahui pesan yang disampaikan oleh seorang Presiden RI.

Surya juga menyampaikan sejumlah kritikan terhadap kebijakan pemerintah yang ditujukan kepada kaum difabel. Banyak kebijakan yang maksudnya memfaslitasi difabel tapi tak tepat sasaran.

"Karena kaum disabilitas tak pernah diajak ikut menyusun kebijakan. Misalnya saja tentang trotoar yang ternyata tidak nyaman ketika dipakai disabilitas," tutur Surya.

Dia kemudian menambahkan soal pentingnya teks Bahasa Indonesia di fasilitas umum. Film-film Indonesia pun harus menampilkan pula teks Bahasa Indonesia.

Sekjen Kemkominfo Farida Dwi Cahyarini menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan kepada KPI agar setiap televisi swasta menampilkan running text ataupun bahasa isyarat. Tetapi kendalanya adalah untuk menyediakan teks memang perlu anggaran ekstra.

"Ini ada Inpres-nya nomor 10 tahun 2015, nanti kita pelajari lagi, nanti kita dorong lagi. Ini kewajiban televisi, harus (menyediakan teks)," kata Farida.

Diwawancara usai acara, Surya berharap kebijakan pemerintah yang penting harus disertai teks saat ditampilkan di televisi. Dia pun berharap agar para vlogger mengikuti jejak Jokowi, yakni menyertakan teks untuk dimengerti penyandang disabilitas sepertinya.

"Pertama kali teman-teman tuli bisa mengerti informasi dari presidennya sendiri. Dari dulu, dari presiden pertama sampai sebelum ini, kami tak bisa menikmati informasinya," ungkap Surya.
(bag/nkn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed