DetikNews
Jumat 16 Juni 2017, 04:57 WIB

Novanto Ingin Anggota DPR Tingkatkan Sinergi dengan Media

Sudrajat - detikNews
Novanto Ingin Anggota DPR Tingkatkan Sinergi dengan Media Setya Novanto (Hary Lukita Wardani/detikcom)
Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto mengimbau para wakil rakyat di parlemen terus meningkatkan komunikasi sinergis dengan kalangan media. Hal ini penting agar fungsi kontrol oleh masing-masing pihak dapat berjalan lebih optimal.

Secara pribadi ia menilai saat ini sinergi itu belum seperti yang diharapkan sehingga sorotan media terhadap DPR lebih banyak ke sisi negatifnya.

"Cobalah rekan-rekan lebih terbuka lagi menjalin komunikasi dengan teman-teman pers, khusus dari Forum Pemred, agar informasi yang disampaikan media kepada masyarakat bisa lebih objektif dan berimbang," kata Novanto dalam acara buka puasa bersama Forum Pemred di Ruang Pustakaloka, Kamis (15/6/2017).

Novanto mencontohkan dirinya yang selalu bersikap terbuka kepada semua wartawan, kapan dan di mana saja. "Terkadang, ketika saya masih ada tamu pun, teman-teman ya nyelonong saja. Tapi nggak apa-apa karena Dewan ini adalah rumah kita bersama," ujarnya disambut tawa hadirin.

Ihwal kinerja DPR yang kerap menjadi sorotan negatif dari media, Dedy Gumelar alias Miing, yang menjadi pemandu acara, mengaku ikut terkena imbas. Meski dia sudah tiga tahun tak lagi menjadi anggota Dewan, kata dia, sejumlah orang yang bertemu dengannya biasa ikut menyalahkan dirinya.

"Ya, saya mah cuma bisa mengelus dada saja," ujarnya.

Menanggapi keluhan Novanto, wartawan senior Media Indonesia Gaudensius Suhadi, yang mewakili Forum Pemred, menyatakan apa pun sorotan yang muncul di media merupakan wujud kepedulian dan kecintaan terhadap Dewan. "Kami concern agar DPR ini menggunakan hak konstitusional yang dimilikinya secara optimal," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas TV Yogi Arief Nugraha menyarankan agar para anggota Dewan memberikan akses tambahan kepada awak media.

Sebab, sejauh ini informasi yang didapat umumnya masih bersifat permukaan yang dangkal. Ia mencontohkan soal pembahasan RUU Pemilu yang berlarut-larut dan Pansus Hak Angket KPK yang banyak ditentang publik.

"Bila ada inside story, sekalipun hanya berupa background, itu akan sangat bermanfaat bagi pengetahuan para wartawan," ujar Yogi.

Kalaupun ada informasi yang sensitif, lanjutnya, tak ada salahnya tetap disampaikan dengan catatan tidak untuk disiarkan. Dengan mendapat informasi lebih, para wartawan dan redaktur yang mengolah informasi dapat memahami betul konteks sebuah isu atau peristiwa.
(jat/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed