Perjalanan Djarot: dari Wali Kota Blitar hingga Gubernur DKI

Niken Purnamasari - detikNews
Kamis, 15 Jun 2017 07:11 WIB
Djarot Saiful Hidayat (Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom)

24 Mei 2017

Tak berapa lama usai dipindahkan ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua dan mencabut banding, Ahok mengajukan surat keputusan mundur sebagai gubernur ke Presiden Joko Widodo.

Tjahjo mengatakan Ahok akan diberhentikan secara tetap dan Djarot akan menduduki posisi sebagai gubernur definitif.

"Ahok perlu segera diberhentikan tetap dan Djarot menggantikan sebagai gubernur definitif," kata Mendagri Tjahjo Kumolo dalam keterangannya, Rabu (24/5/2017).

Setelah ditinggal Djarot, jabatan Wagub DKI akan dibiarkan kosong. Itu karena sisa waktu pemerintahan hanya tinggal sampai Oktober 2017.


31 Mei 2017


Surat pengunduran diri Ahok dari posisi gubernur DKI dibacakan di rapat paripurna DPRD DKI. DPRD DKI kemudian mengajukan Djarot Saiful Hidayat sebagai pengganti Ahok.

Pengajuan itu dibacakan oleh Sekretaris DPRD DKI, M Yuliardi saat rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017). Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi memimpin rapat dengan didampingi oleh pimpinan DPRD lainnya yaitu M Taufik, Triwisaksana, dan Ferrial Sofyan.

Djarot Saiful Hidayat (Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom)
"Sesuai surat Kemendagri tertanggal 26 Mei 2017, disampaikan diusulkan pengangkatan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta sisa jabatan 2012-2017 sekaligus pemberhentiannya sebagai wagub 2012-2017," kata Yuliardi.

DPRD DKI menggunakan UU No 10/2016 tentang Pilkada untuk memberhentikan Ahok yang mundur.


5 Juni 2017

Tjahjo mengatakan telah menerima surat keputusan hasil paripurna DPRD DKI tentang pengangkatan Djarot sebagai gubernur. Ia mengatakan Kemendagri menunggu keppres agar Djarot bisa dilantik sebagai gubernur DKI menggantikan Ahok.

"Dari Mendagri kepada Bapak Presiden melalui Mensesneg terkait keputusan DPRD DKI paripurna mundurnya Gubernur DKI yang ditahan sudah kami ajukan ke Istana," kata Tjahjo, Senin (5/6/ 2017).


9 Juni 2017

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono menyebut pelantikan Djarot akan dilaksanakan pada 15 Juni.

"Tanggal 15 Juni 2017, siang hari di Istana oleh Presiden RI Joko Widodo," kata Sumarsono melalui pesan tertulis pada detikcom, Jumat (9/6/2017).

Djarot bermain futsal ditemani legenda Arsenal di RPTRA Semper. (Foto: Nathania Riris Michico/detikcom)
Djarot belum dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta definitif meski Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah bersurat kepada Sekretariat Negara. Jadwal pelantikan Djarot memang menunggu jadwal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Sumarsono, normalnya pelantikan dilakukan 2 minggu setelah surat diajukan kepada presiden. Bila ada percepatan pelantikan Djarot, hal tersebut tergantung pihak istana.

"2 minggu (normalnya pelantikan setelah surat diterima istana)," kata pria yang karib disapa Soni itu sebelumnya, Selasa (6/6).
(nkn/rna)