DetikNews
Sabtu 10 Juni 2017, 10:59 WIB

Menghidupkan Pancasila dan Kebinekaan Lewat Ramadan Jazz Festival

Niken Purnamasari - detikNews
Menghidupkan Pancasila dan Kebinekaan Lewat Ramadan Jazz Festival Ramadan Jazz Festival 2017 (Hanif Hawari/detikHOT)
Jakarta - Selepas salat tarawih, halaman Masjid Cut Meutia di Jalan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, dipenuhi oleh anak muda hingga dewasa. Di tempat tersebut digelar acara Ramadan Jazz Festival, yang berlangsung mulai pukul 21.00 WIB.

Ramadan Jazz Festival 2017 di Masjid Cut Meutia.Ramadan Jazz Festival 2017 di Masjid Cut Meutia. (Niken Purnamasari/detikcom)

Gelaran festival jazz tersebut merupakan yang ketujuh kalinya diadakan. Ramadan Jazz Festival tahun ini mengusung tema 'Morality in Harmony'. Lewat tema itu, diharapkan Ramadan Jazz Festival dapat menyuarakan nilai-nilai Pancasila lewat alunan musik.

Ramadan Jazz Festival 2017 di Masjid Cut Meutia.Ramadan Jazz Festival 2017 di Masjid Cut Meutia. (Niken Purnamasari/detikcom)

"Tanggal 1 Juni kemarin kita menyambut hari lahir Pancasila. Sesuai dengan tema, kita aplikasikan di dalam kegiatan Ramadan Jazz Festival. Sayangnya, masyarakat Indonesia sudah mulai lupa terhadap Pancasila. Bisa dikatakan tidak ada karena tidak ada lagi di dalam jiwa hari ini," ujar Ketua Remaja Islam Masjid Cut Meutia Mohammad Soekarno Hatta, Jumat (9/6/2017) malam.

Ketua RICMA Mohammad Soekarno Hatta.Ketua Remaja Islam Masjid Cut Meutia, Mohammad Soekarno Hatta (Niken Purnamasari/detikcom)

Salah satu yang membuat berbeda di gelaran Ramadan Jazz Festival adalah kehadiran penyanyi Glenn Fredly. Musisi asal wilayah timur Indonesia itu menjadi magnet dalam acara tahun ini.

Penampilan Glenn Fredly di Ramadan Jazz Festival 2017.Penampilan Glenn Fredly di Ramadan Jazz Festival 2017. (Hanif Hawari/detikHOT)

"Ramadan Jazz Festival menanamkan nilai-nilai Pancasila. Mulai dari yang hadir sampai mengisi acara dua hari. Latar belakang suku, budaya apa pun boleh hadir di sini. Walaupun diselenggarakan di masjid, bukan hanya umat Islam, tapi agama, suku, dan budaya lain boleh menikmati acara hari ini," kata Mohammad.

Acara juga turut dihadiri oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. Dia menyampaikan Ramadan Jazz Festival dapat menjadi contoh bagi negara-negara lainnya dalam mengisi bulan Ramadan.

Moazzam Malik di Ramadan Jazz Festival 2017. Moazzam Malik di Ramadan Jazz Festival 2017. (Niken Purnamasari/detikcom)

"Saya belum pernah lihat ada jazz festival selama bulan puasa di lingkungan masjid. Ini jadi contoh bagi umat Islam di seluruh dunia. Jadi contoh remaja bisa menikmati suasana bulan suci bersama-sama keluarga. Bisa menjadi gaya hidup agama yang rukun dan bisa dinikmati bersama-sama," kata Moazzam.

Ramadan Jazz Festival 2017 berlangsung dua hari, yakni pada 9 dan 10 Juni pukul 21.00 WIB hingga selesai. Adapun para pengisi acara yakni:

Hari pertama, Jumat (9/6/2017)

Glenn Fredly, Tiyo Allibasyah ft. Karim Suweileh, Fariz RM Kuartet with Adi Darmawan, Edi Syakroni & Iwan Wiradz, Andre Dinuth, Alvin Ghazalie ft. Misi Lesar Dua Empat Music, Mondo Gascaro, Abdul & Coffee Theory.

Hari kedua Sabtu (10/6/2017)

Teddy Adhitya, Monita Tahalea, Maliq & D'Essentials, Andre Hehanussa, China Fauzi, dan masih banyak lainnya.
(nkn/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed