Ortu Siswa Terharu Baca Surat Kepsek Warsana yang 'Menyentuh'

Ortu Siswa Terharu Baca Surat Kepsek Warsana yang 'Menyentuh'

Sukma Indah Permana - detikNews
Jumat, 09 Jun 2017 17:24 WIB
Foto: Screenshot surat yang beredar di media sosial
Foto: Screenshot surat yang beredar di media sosial
Bantul - Secarik surat dari Kepala Sekolah Dasar Mutiara Persada Bantul, Suwarsana Mpd diserahkan langsung ke orang tua siswa. Surat yang diserahkan sebelum pengumuman hasil ujian ini membuat beberapa orang tua siswa terharu dan berkaca-kaca.

"Saya berikan langsung ke orang tua siswa, terlihat beberapa terharu sampai berkaca-kaca, menangis," ujar pria yang akrab disapa Warsana saat berbincang dengan detikcom, Jumat (9/6/2017).

Warsana mengaku menyampaikan surat ini kepada orang tua siswa dengan menyebutnya sebagai surat cinta. Dia sengaja memberikan surat itu sebelum mengumumkan hasil ujian SD siang tadi.

"Saya sampaikan juga kepada orang tua yang menerima tadi, 'Ini Pak Bu, surat cinta dari saya," tuturnya.

Dia juga meminta para orang tua langsung membaca surat itu sebelum menerima pengumuman hasil ujian anak-anaknya. Menurutnya, dengan begitu, dia bisa dengan mudah meminta orang tua untuk bisa menerima apapun hasil ujian anaknya.

Dia sempat menyampaikan pesan-pesan itu di hadapan puluhan orang tua siswa.

"Saya berharap orang tua tetap mendukung dan memotivasi anaknya," kata Warsana.
Kepala Sekolah SD Mutiara Persada Bantul, SuwarsanaKepala Sekolah SD Mutiara Persada Bantul, Suwarsana Foto: Sukma Indah P/detikcom

Namun Warsana mengaku tak sempat berbincang langsung, karena dia harus meninggalkan sekolah karena ada tugas lain.

"Tidak sempat ngobrol langsung karena ada tugas lain," tuturnya.

Berikut isi surat tersebut:

Dengan hormat,
Bersyukur melalui surat ini kami menjumpai Bpk/Ibu/Sdr, Orang tua/wali terbaik yang terus mendukung putra/putri meraih prestasi, bersinergi bersama kami di Mutiara Persada.

Bersama surat ini kami sampaikan bahwa Ujian anak Anda telah selesai. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya.

Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika.

Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra.

Ada calon musisi, yang nilai Kimia-nya tidak akan berarti.

Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada Fisika...di sekolah.

Ada calon Photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.

Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka.

Katakan saja: "tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian." Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini.

Katakan pada mereka, tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka.

Lakukanlah ini, dan di saat itu, lihatlah anak Anda menakhlukkan dunia. Sebuah ujian atau nilai rendah takkan mencabut impian dan bakat mereka.

Dan mohon, berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini.

Semoga surat ini bermanfaat dan dapat menyadarkan kita tentang sudut pandang terhadap anak-anak kita. Amin. Mohon maaf apabila kurang berkenan.

(sip/try)