DetikNews
Kamis 08 Juni 2017, 19:12 WIB

Kunjungi Pesantren Tebuireng, Kapolda Rangkul Ulama Banten Jaga NKRI

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kunjungi Pesantren Tebuireng, Kapolda Rangkul Ulama Banten Jaga NKRI Kunjungi Pesantren Tebuireng, Kapolda merangkul ulama Banten untuk menjaga NKRI. (Bahtiar Rifai/detikcom)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Ramadan
Serang - Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran melakukan kunjungan safari Ramadan ke Pondok Pesantren Tebuireng 08 Banten. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan soal persatuan dan kesatuan yang pernah diperjuangkan pendiri bangsa.

"Founding father atau pendiri bangsa mewariskan kepada kita NKRI. Adalah negara dari berbagai macam suku bangsa, budaya, menjadi satu," kata Listyo di Pesantren Tebuireng 08 Banten, Petir, Serang, Kamis (8/6/2017).
Kunjungi Pesantren Tebuireng, Kapolda Rangkul Ulama Banten Jaga NKRISafari Ramadan, Kapolda Banten mengunjungi Pesantren Tebuireng. (Bahtiar Rifai/detikcom)

Listyo melanjutkan negara saat ini menghadapi situasi di mana intoleransi, radikalisme, dan terorisme mulai tumbuh lagi. Situasi ini mesti diwaspadai ulama dan umara (pemerintah) dengan meningkatkan kerja sama.

"Negara besar ini didapat tidak dengan sesuatu yang mudah. Banyak pengorbanan jiwa melayang sehingga jadi negara besar. Kita tidak rela jika NKRI dibawa mengarah ke hal lain dan ideologi lain," ucapnya.

Dia mengatakan ideologi yang datang dari luar belum tentu cocok dan sesuai dengan kultur sosial masyarakat Indonesia. Selain itu, lanjutnya, semua pihak harus berhati-hati dengan beragam provokasi yang ada di media sosial. Pondok pesantren, menurutnya, harus bisa mencerdaskan dan menciptakan manusia berakhlak dan sama-sama menjaga NKRI.

"Jika tidak hati-hati, NKRI kita ini ke depan hanya tinggal nama. Itu tugas kita bersama. Harapan kami, kerja sama kita semakin erat dan bermanfaat buat bangsa dan negara," ucapnya lagi.
Safari Ramadan, Kapolda Banten Kunjungi Pesantren Tebuireng (Foto: Bahtiar Rivai/detikcom)Safari Ramadan, Kapolda Banten mengunjungi Pesantren Tebuireng. (Bahtiar Rifai/detikcom)

Dia menambahkan, pentingnya kerja sama antara ulama dan umara sangat terasa bermanfaat bagi kesatuan bangsa. Beberapa waktu lalu, di Banten saat terjadi pilkada serentak, sinergi dua unsur tersebut menyelamatkan Banten dari daerah yang sebelumnya rawan menjadi aman.

Banyak apresiasi yang didapat dari banyak pihak, termasuk pemerintah pusat, atas terlaksananya pilkada yang aman dan nyaman. Menurutnya, hal itu terjadi karena masyarakat tidak bingung mengikuti ulama dan pemerintah.

"Ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadi sangat penting," ujarnya.

Terakhir, Listyo mengatakan pesantren adalah lembaga yang bisa mencetak manusia yang berbudi pekerti dan beriman. Pesantren menjadi lembaga yang bisa memberikan pemahaman bahwa terorisme tidak ada dalam ajaran agama.

"Teroris adalah strategi dan taktik perang saja. Terorisme tidak ada dalam agama apa pun, jadi ini berbeda," tegasnya.
(bri/jbr)
FOKUS BERITA: Serba-serbi Ramadan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed