DetikNews
Kamis 08 Juni 2017, 16:24 WIB

Jangan Persekusi, Polisi Tindaklanjuti Laporan soal Postingan Medsos

Mei Amelia R - detikNews
Jangan Persekusi, Polisi Tindaklanjuti Laporan soal Postingan Medsos Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan meminta masyarakat melapor bila merasa dirugikan atas posting-an bernada ujaran kebencian (hate speech) di media sosial. Perburuan sewenang-wenang (persekusi) dilarang.

"Undang-undang mengatur. Dari awal harusnya memang begitu, laporkan," kata Iriawan kepada wartawan menegaskan polisi menindaklanjuti laporan atas posting-an di medsos, Kamis (8/6/2017).

Persekusi, menurutnya, terjadi karena hubungan sebab-akibat dari reaksi atas posting-an ujaran kebencian. Karena itu, masyarakat diminta melapor bila menemukan posting-an tersebut.

"Ada yang mem-posting kontennya menghina suatu ulama, laporkan. Laporkan, kan negara hukum begitu (aturannya)," ucapnya.

Iriawan menduga sejumlah pihak memilih tidak melaporkan posting-an ujaran kebencian di medsos karena menilai polisi tidak akan memproses laporannya.

"Mereka selalu apriori, kita tidak ada masalah," katanya.

Karena itu, Iriawan meminta polisi berlaku sesuai dengan prosedur memproses posting-an ujaran kebencian yang menyangkut agama atau ulama.

"Nggak masalah, laporkan. Dari awal harusnya begitu dong, tidak boleh mengambil orang dengan paksa dari suatu tempat. Itu ada pidananya," tuturnya.

Namun Iriawan mengingatkan soal ancaman pidana terhadap pelaku persekusi. Warga dilarang melakukan tindakan sewenang-wenang.

"Ada pasalnya, 333 (KUHP), merampas kemerdekaan orang. Kita saja polisi kalau mau mengambil orang ada surat perintah membawa, ini orang yang tidak punya kewenangan membawa dengan paksa orang ke suatu tempat, mau ke tempat polisi, RT/RW tidak boleh," ujar dia.

[Gambas:Video 20detik]


(mei/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed