Michael Bimo: Terbukti Buku 'Jokowi Undercover' Isinya Fitnah

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 29 Mei 2017 15:57 WIB
Sidang penulis buku 'Jokowi Under Cover' (Foto: Istimewa)
Jakarta - Michael Bimo Putranto menjelaskan alasan dia melaporkan penulis 'Jokowi Undercover', Bambang Tri Mulyono kepada aparat hukum. Dia menilai isi buku tersebut mengandung fitnah dan berita bohong.

Menurut dia cara beradab untuk mendapatkan keadilan tersebut adalah dengan melaporkan ke aparat hukum. Harapannya melalui sidang tersebut yang berjalan transparan, Bambang Tri Mulyono bisa membuktikan semua yang dia tulis dalam buku 'Jokowi Undercover'.

"Faktanya Saudara Bambang Tri tidak dapat membuktikan informasi yang ada di buku yang dia terbitkan tersebut di muka persidangan yang terhormat. Akhirnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa buku 'Jokowi Undercover' tersebut isinya tidak lebih dari fitnah dan berita bohong," kata Michael Bimo melalui keterangan tertulisnya, Senin (29/5/2017).

Michael Bimo: Terbukti Buku 'Jokowi Undercover' Isinya Fitnah Foto: Istimewa


"Saya turut bersimpati terhadap seluruh pihak yang turut difitnah dan diberitakan bohong dalam buku tersebut. Pada hari ini kita bisa buktikan bersama bahwa pada akhirnya kebenaran lah yang menang," Dia menambahkan.

Michael Bimo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghentikan fitnah, berita bohong, saling hujat maupun segala pertikaian yang jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang beradab. "Kita jadikan politik maupun kehidupan sosial sebagai tempat guna mengabdi, beramal dan berbuat baik sesama manusia," tutur dia.

Seperti diketahui, siang tadi Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah menjatuhkan vonis 3 tahun penjara kepada Bambang Tri Mulyono penulis buku 'Jokowi Undercover'. Majelis Hakim PN Blora menilai Bambang Tri bersalah telah menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial yakni Facebook dengan akun Bambang Tri.

Dia juga dianggap bersalah telah melakukan penghinaan kepada penguasa. "Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang mengandung unsur pendiskriminasian Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) serta mengandung fitnah dengan mengaitkan terhadap kelompok masyarakat tertentu," kata Ketua Majelis Hakim Makmurin Kusumastuti.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun," lanjut Ketua Majelis Hakim.

Sebelum menutup sidang, ketua majelis hakim menanyakan tanggapan Bambang Tri atas putusan tersebut. Bambang Tri pun langsung menyatakan banding atas putusan tersebut. (erd/fdn)