Positif Narkoba, Lima Orang Pengunjung Pesta Gay Direhabilitasi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 26 Mei 2017 16:33 WIB
Foto: Jabbar/detikcom
Jakarta - Lima pengunjung pesta gay bertajuk 'The Wild One' di sebuah ruko di Kelapa Gading, Jakarta Utara, positif mengonsumsi narkoba. Mereka harus menjalani rehabilitasi dan dikenai wajib lapor.

Kelima pengunjung itu diketahui mengonsumsi narkoba dari hasil tes urine yang dilakukan kepolisian. "Ada tujuh orang terindikasi penyalahgunaan narkoba, dua sudah masuk tersangka. Sedangkan lima orang lainnya ialah berasal dari pengunjung," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono saat dimintai konfirmasi, Jumat (26/5/2017).

Menurut dia, tujuh orang yang positif narkoba tersebut langsung menjalani assessment (penilaian) tingkat ketergantungan narkoba oleh BNNK Jakut. Hasilnya, mereka dinyatakan sebagai pemakai.

"Kemarin kita sudah bekerja sama dengan BNNK. Mereka sudah dilakukan assessment. Mereka pemakai dan pada saat itu tidak ditemukan barang bukti pada badan dirinya maupun di tempat kejadian perkara," ujar dia.

Sementara itu, Ketua BNNK Jakut AKBP Yuanita Amelia Sari mengatakan, dari tujuh orang yang dinyatakan positif narkoba, hanya lima pengunjung pesta gay yang harus mengikuti direhabilitasi.

Selain itu, kelima pengujung tersebut dikenai wajib lapor. Tindakan itu mengacu pada hasil assessment medis. "Kelima orang tersebut menjalani rehab rawat jalan sesuai hasil assessment medis kemarin dan harus melaksanakan wajib lapor sebanyak 8 kali dan mengikuti program rehabilitasi di BNN Kota Jakut," kata Yuanita secara terpisah.

Tujuh orang yang hadir dalam pesta gay sebelumnya dinyatakan positif mengonsumsi sabu dan ganja. Dua penari striptis dinyatakan mengonsumsi sabu dan ganja. Sedangkan lima lainnya mengonsumsi ganja.

Mereka ditangkap polisi saat menggelar pesta gay bertajuk 'The Wild One' pada Minggu, 21 Mei 2017. Saat itu ada 141 orang yang dibawa dari sebuah ruko milik PT Atlantis Jaya, yang beralamat di Ruko Kokan Blok B 15-16, Kelapa Gading, Jakut. Ada 10 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka dijerat berdasarkan UU 44/2008 tentang Pornografi. Sebanyak 126 pria dipulangkan setelah diperiksa dan didata. (aan/fdn)