3 Seruan Presiden Jokowi soal Bom Kampung Melayu yang Keterlaluan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 26 Mei 2017 07:50 WIB
1.

3 Seruan Presiden Jokowi soal Bom Kampung Melayu yang Keterlaluan

3 Seruan Presiden Jokowi soal Bom Kampung Melayu yang Keterlaluan
Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo meluapkan kekecewaan atas aksi bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang merenggut nyawa 3 polisi dan melukai 11 warga. Jokowi memberikan sejumlah jalan keluar guna mencegah serangan terorisme.

Bom dua kali meledak di Kampung Melayu pada Rabu, 24 Mei 2017. Terduga pelaku terorisme beraksi saat pawai obor melintas di Kampung Melayu. Tiga polisi yang tengah mengawal pawai obor gugur. Sedangkan 11 orang mengalami luka-luka. Dua pelaku ditemukan tewas berinisial Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam. Polisi menduga pelaku terlibat jaringan ISIS.



Jokowi langsung merespons aksi bom di Kampung Melayu dengan tegas. Jokowi menyampaikan dukacita untuk para korban bom. "Saya sudah perintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku yang melakukan. Saya perintahkan untuk mengejar sampai ke akar-akarnya, karena kita tahu korban yang ada, ini sudah keterlaluan," kata Jokowi di kediamannya, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, memberikan keterangan pada Kamis, 25 Mei 2017.

Malam harinya, Jokowi menjenguk korban luka-luka yang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Jokowi juga mendatangi lokasi bom di sekitar Halte TransJakarta Kampung Melayu.

Jokowi ingin pemerintah dan DPR segera menyelesaikan UU Antiterorisme. Dengan begitu, menurut dia, aparat keamanan dimudahkan dengan regulasi yang kuat untuk melawan terorisme. Selain itu, Jokowi menyeru segenap masyarakat Indonesia bersatu melawan terorisme. "Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada tempat di Tanah Air kita bagi terorisme," ucap Jokowi.

Berikut ini 3 seruan Presiden Jokowi: