DetikNews
Rabu 24 Mei 2017, 02:24 WIB

Hasil Tes Kesehatan 10 Tersangka Pesta Gay Dikoordinasikan ke Dinkes

Jabbar Ramdhani - detikNews
Hasil Tes Kesehatan 10 Tersangka Pesta Gay Dikoordinasikan ke Dinkes Para tersangka UU Pornografi terkait dengan pesta gay di Kelapa Gading, Jakut. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Sepuluh orang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar UU Pornografi terkait dengan pesta gay di sebuah ruko di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka akan segera menjalani tes kesehatan.

"Kami akan lakukan cek kesehatan kepada orang yang saat ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono di Ruko Kokan Blok B 15-16 Kelapa Gading, Jakut, Selasa (23/5/2017).

Pengecekan kesehatan ini dilakukan pada sore hari tadi. Polisi menggandeng Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Utara dalam proses pengecekan ini.

"(Yang menangani) Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Utara. Prosesnya mereka yang lakukan. Hasilnya, nanti kita akan koordinasi dengan mereka," ujar Kasat Reskrim Polres Jakut AKBP Nasriadi saat dimintai konfirmasi terpisah.

Baca juga: 7 Pria yang Terjaring di Pesta Gay Positif Narkoba

Nasriadi mengatakan koordinasi dengan Sudinkes Jakut dilakukan karena itu merupakan bidang mereka. Menurutnya, pengecekan kesehatan merupakan prosedur tetap yang dilakukan bagi tiap tersangka.

"Ya, ikuti prosedur. Artinya kita perintahkan ke Dinas Kesehatan untuk mereka lakukan itu," ucapnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Sudinkes Jakut Muhammad Helmi. Helmi mengatakan pihak Polres Jakut sudah meminta pengecekan kesehatan terhadap sepuluh tersangka.

"Saya sudah dapat info soal permintaan Polres untuk cek kesehatan tersangka kasus gay. Tapi belum mendapatkan laporan resmi pengecekan kesehatannya. Besok kita koordinasikan lagi dengan mereka," katanya.

Sepuluh tersangka ini ikut terjaring bersama 131 orang lainnya saat Polres Jakut menggerebek pada Minggu (21/5) malam. Mereka ada dalam sebuah pesta gay bertema 'The Wild One'.

Sebanyak 126 orang dipulangkan karena hanya berstatus sebagai saksi dan bukan penyedia pornografi. Namun polisi sudah mendata mereka dan akan memanggil bila keterangannya dibutuhkan dalam proses penyelidikan ke depan.
(jbr/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed