DetikNews
Senin 22 Mei 2017, 08:20 WIB

KNKT Investigasi Dugaan Muatan Kendaraan Bawa Gas di KM Mutiara

Hary Lukita Wardani - detikNews
KNKT Investigasi Dugaan Muatan Kendaraan Bawa Gas di KM Mutiara Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Basarnas mengatakan ada informasi kendaraan yang membawa muatan gas menjadi penyebab terbakarnya KM Mutiara Santosa di perairan Masalembo, Sumenep, Madura. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut belum bisa memastikan hal tersebut.

"Belum ada kepastian apakah itu gas atau bahan berbahaya dan beracun (BBB). Kita belum tahu," ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono saat dihubungi detikcom, Minggu (21/5/2017) malam.



Soerjanto mengatakan KNKT saat ini tengah menginvestigasi penyebab kebakaran itu. Ia menyebut, berdasarkan keterangan saksi, api berasal dari salah satu truk di dek bawah.

"Itu yang sedang kita cari tahu. Salah satu truk yang di bawah kebakar, terus api tidak dapat dikendalikan meski sudah coba dipadamkan. Api menjalar dan membesar, kemudian ada ledakan, setelah itu ditinggal dan terdengar ledakan-ledakan kecil beberapa kali, itu dari saksi dan ABK," ucapnya.

"Namun, menurut saksi mata, itu adalah ban yang meledak, karena sopir-sopir tersebut hafal sekali suara ledakan ban," katanya.

Dia menegaskan kendaraan yang membawa BBB seharusnya memberi tahu pihak pengangkut karena prosedurnya. Menurut Soerjanto, yang sering terjadi adalah sopir tidak mengetahui barang yang dibawa.

"Kalau membawa BBB itu biasanya mereka harus men-declare dan memberi tahu pengangkut, setelah itu pengangkut ada prosedurnya. Masalahnya adalah banyak juga sopir yang nggak tahu bawaan mereka, kecuali besi lempengan, baru sopir tahu. Karena terkadang beberapa puluh orang mengumpulkan barang, lalu mencari truk dan diangkut," kata Soerjanto.

Sementara itu, dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Bidang Penjagaan Patroli dan Penyidikan (P3) Tanjung Perak Surabaya Edi Sumarsono menyebut tidak menerima data muatan (manifes) barang berbahaya. Edi menyebut hal itu masih sebagai dugaan yang belum terbukti dari hasil penyelidikan.

"Kalau manifes nggak ada (muatan berbahaya) dan itu kan nggak boleh karena kapal penumpang," ucap Edi.

Edi menyebut pihaknya masih belum melakukan penyelidikan. Salah satunya, kru kapal belum fit seusai kecelakaan tersebut.

"Dugaan kan boleh masih belum penyelidikan. Nanti dalam satu-dua hari itu kalau tidak kru kapal sudah agak pulih baru kita lakukan penyidikan, baru kita bisa menggali informasi lebih jauh," ucap Edi.
(lkw/ams)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed