DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 20:22 WIB

Tarik Pungli dari Tour Guide, Sekuriti Bandara Ngurah Rai Ditangkap

Prins David Saut - detikNews
Tarik Pungli dari Tour Guide, Sekuriti Bandara Ngurah Rai Ditangkap Ilustrasi (Basith Subastian/detikcom)
Jakarta - Sekuriti Bandara Ngurah Rai ditangkap polisi karena melakukan pungli terhadap tour guide turis asing. Pungli itu dilakukan agar guide bisa memasuki area khusus penumpang di bandara.

"Sesuai dengan komitmen yang disampaikan saat sosialisasi Saber Pungli pada Rabu (17/5) kemarin, kami mendukung sepenuhnya dan bila diperlukan membantu pihak kepolisian dalam memberantas pungli di Bandara I Gusti Ngurah Rai," kata Kepala Humas AP I Arie Ahsanurrohim kepada detikcom, Jumat (19/5/2017).

Adalah Wirdan (26) yang diduga menerima uang Rp 55 ribu dari tiap guide rombongan turis yang hendak masuk ke Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai pada Rabu (17/5) malam. Setelah memberikan uang tersebut, guide bernama MJ (34) ini bebas keluar-masuk area khusus penumpang.

Tujuannya diduga agar MJ leluasa mengantarkan rombongan turis asal China itu hingga ke ruang tunggu penumpang. Sedangkan Wirdan diketahui bekerja di bandara melalui perusahaan outsourcing dan bertugas di pintu masuk terminal keberangkatan internasional itu.

"Saat ini kami masih menunggu proses investigasi yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polda Bali. Apabila terbukti bersalah, maka kami juga akan memproses yang bersangkutan sesuai ketentuan perusahaan," ujar Arie.

AP I juga menjelaskan MJ diketahui tidak masuk area steril bandara, kecuali area terbatas yang memang khusus untuk penumpang, kru maskapai, dan pegawai perusahaan yang bekerja di dalam terminal.

"Kami akan terus kooperatif dan juga mengajak masyarakat untuk membantu mengawasi. Apabila melihat dan memiliki bukti, segera laporkan ke kami. Semoga peristiwa ini memberikan efek jera dan bandara bisa bersih dari segala praktek pungli," ucap Arie.

Sebenarnya, guide turis asing bisa memasuki area khusus tersebut, tanpa memberikan uang pungli, dengan kawalan petugas sekuriti bandara melalui pertimbangan kondisi faktual dan objektif operasional. Kondisi itu ditentukan oleh team leader atau squad leader sekuriti saat itu.

"Misalnya saat membawa rombongan calon penumpang internasional dalam jumlah besar dengan keterbatasan bahasa, untuk menghindari penumpukan penumpang di daerah terbatas," tutur Arie.
(vid/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed