DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 19:15 WIB

Pengacara Sebut Foto Porno Terkait Kasus Firza Hasil Editan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Pengacara Sebut Foto Porno Terkait Kasus Firza Hasil Editan Firza Husein (Foto: Rengga Sancaya-detikcom)
Jakarta - Pihak pengacara membantah keras foto porno terkait kasus dugaan pornografi di situs 'baladacintarizieq' adalah Firza Husein. Pengacara menyebut bahwa foto yang beredar di media sosial tersebut adalah hasil editan.

"Foro yang beredar selama ini yang juga digunakan sebagai objek untuk diperiksa sebagai barang bukti menjerat FH dalam kasus dimaksud ini sudah merupakan hasil editing yang dibuktikan dengan ada beberapa icon di beberapa bagiannya," ujar Azis Yanuar selaku kuasa hukum Firza dalam keterangan persnya yang diterima detikcom, Jumat (19/5/2017).

"Oleh karenanya perkara ini jelas dibangun dengan menggunakan foto dan fake WA chatting hasil proses editing," tambah Azis.

Azis menilai, kasus ini sarat dengan rekayasa yang dibangun untuk menjatuhkan nama baik imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Kasus tersebut, menurutnya, sengaja dibangun dengan menyeret nama Firza agar terlihat seolah logis.

"Tujuan utama perkara ini menghancurkan kredibilitas HRS adalah untuk meruntuhkan kepercayaan umat terhadap HRS agar tidak lagi mampu memimpin untuk menyuarakan kritik umat terhadap jalannya roda penyelenggaraan negara," ungkapnya.

Rizieq yang menyuarakan kritikan kepada pemerintah, dinilai menjadi korban kekuasaan aparat penegak hukum.

"Sikap anti kritik dari penguasa inilah yang kemudian menjadikan aparat penegak hukum melakukan abuse of power untuk membungkam pihak yang kritis melalui rekayasa hukum dan menjadikan hukum sebagai alat represi," lanjutnya.

Lebih jauh, Azis menilai bahwa Firza dan Rizieq adalah sebagai korban. Azis menilai kliennya dan Rizieq adalah korban kriminalisasi.

"Ironi hukum yang paling buruk dalam UU pornografi adalah dengan menjadikan korban tindakan penyebaran pornografi sebagai tersangka, apalagi mengkriminalisasi seseorang dengan content porno hasil editing atau rekayasa dari orang yang tidak bertanggung jawab," paparnya.

Di akhir, Azis meminta aparat penegak hukum untuk bertindak adil. "Kami selaku kuasa hukum meminta aparat penegak hukum harus bertindak adil dan menjalankan asas equality before the law, bersikap profesional, modern dan terpercaya," tutupnya.
(mei/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed