DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 14:04 WIB

Sempat Tolak Kirim Wakil di Pansus Angket KPK, PPP Kini Netral

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sempat Tolak Kirim Wakil di Pansus Angket KPK, PPP Kini Netral Sekjen PPP Arsul Sani / Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Setelah menyatakan menolak, Fraksi PPP kini mengaku masih netral terhadap perguliran hak angket KPK meski usulan angket telah disetujui DPR. PPP mengaku masih melihat dinamika dan menyatakan perlu melakukan konsolidasi dengan fraksi-fraksi lain.

"Saat ini terdapat 5 fraksi yang telah menyiapkan anggotanya jika proses angket ditindaklanjuti dengan pasus/panitia angket, 1 menolak untuk mengirimkan wakilnya yang dinyatakan terbuka dalam rapat paripurna, dan 4 lainnya belum menyampaikan secara final apakah akan mengirimkan anggotanya di pansus," ungkap Sekjen PPP Arsul Sani dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (19/5/2017).

Fraksi PPP pun mengaku akan melakukan musyawarah dengan fraksi-fraksi lain. Sehingga untuk saat ini F-PPP belum bisa menentukan keputusan final.

"PPP akan berkomunikasi lagi dengan seluruh fraksi lainnya baik yang telah siap mengirimkan anggotanya ke pansus maupun yang belum bersikap. Insya Allah awal minggu depan baru kita lakukan," kata Arsul.



Saat diingatkan mengenai sikap F-PPP sebelumnya yang menyatakan menolaknya perguliran hak angket, dia menyebut politik berjalan dinamis. F-PPP disebut Arsul perlu melakukan komunikasi dengan fraksi lain sebelum menentukan sikap resmi.

"Sikap politik partai atau fraksi itu dinamis, sepanjang tujuannya tidak untuk melemahkan KPK maka ya perubahan sikap itu tidak berarti inkonsisten. Sikap terakhir bisa mengirim atau tidak mengirim wakil ke pansus angket," sebutnya.

PPP masih menunggu perkembangan sikap resmi 4 fraksi lain yakni PKB, Demokrat, PAN, dan Gerindra. Apabila dari empat fraksi ini menyusul fraksi yang akan mengirim wakil di pansus, PPP akan berkonsonsolidasi internal terlebih dahulu sebelum memberi keputusan.

"Jika terdapat 1 fraksi lain yang kemudian memutuskan untuk mengirim wakilnya ke Pansus. Kan berarti secara fraksi sudah mayoritas. Maka F-PPP akan rapat internal kembali untuk ambil keputusan final," kata Arsul.



Soal netralitas PPP juga disampaikan oleh anggota fraksi, Ahmad Baidowi. Pria yang akrab disapa Awiek ini mengatakan meski menuai kontroversi, usulan hak angket KPK secara sah sudah disetujui melalui sidang paripurna 28 April lalu.

"Selama keputusan rapat paripurna tersebut belum dicabut oleh forum yang setingkat (yakni paripurna), maka keputusannya tetap sah. Terkait hal itu PPP akan melihat dulu perkembangan di lapangan. Jika pun nanti angket tetap jalan karena belum dicabut keputusannya, maka kehadiran angket ditujukan untuk memperkuat KPK bukan sebaliknya," tegas Awiek dikonfirmasi terpisah, Jumat (19/5).

"Sikap fraksi tak berpengaruh, karen angket tersebut sebagai produk keputusan paripurna tetap on. Ibarat mobil mesin sudah nyala, saat ini msih dalam posisi netral tapi mesin tetap nyala dan kapanpun bisa jalan," lanjutnya.

Ada pun 4 fraksi yang baik secara terbuka atau tersirat menyatakan mendukung hak angket adalah PDIP, NasDem, Hanura, dan Golkar. Sementara itu Fraksi Gerindra menyatakan menolak namun akan tetap mengirim perwakilan ke pansus angket KPK meski belum sebagai sikap resmi.
(elz/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed