DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 13:47 WIB

Jokowi: KPK Harus di Depan, Jangan Diberi Bangku di Belakang

Ray Jordan - detikNews
Jokowi: KPK Harus di Depan, Jangan Diberi Bangku di Belakang Pimpinan KPK Alexander Marwata duduk di sebelah kiri Sri Mulyani mendengarkan sambutan Presiden Jokowi di Istana, Kamis (18/5/2017). Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Ada yang menarik saat Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara. Jokowi meminta pimpinan KPK yang hadir sebagai undangan untuk duduk di barisan paling depan.

Pembukaan rakornas berlangsung di ruang utama Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/5/2017). Berbagai pejabat dan pimpinan lembaga hadir dalam acara tersebut, termasuk pimpinan KPK, Alexander Marwata.

Alexander yang mengenakan kemeja batik warna cokelat tersebut duduk di barisan tengah. Rupanya Jokowi melihat keberadaan Alexander.

"Sebelum saya memulai sambutan ini, saya minta satu kursi. Saya lihat pimpinan KPK, silakan ke depan," kata Jokowi.

Petugas Istana Kepresidenan tampak sigap membawa kursi. Kursi itu ditempatkan di sisi sebelah kanan Jokowi berdiri. Kursi itu bersebelahan dengan kursi yang diduduki oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Sandjojo.

Mendengar itu, Alexander pun maju dan duduk di bangku yang telah disediakan.

"KPK ini penting, jangan diberikan kursi di belakang, tapi di depan. Kursinya jangan beda tapi sama saja di depan," kata Jokowi.

Setalah itu, Jokowi kembali melanjutkan acara pembukaan rakornas tersebut.

Dalam sambutannya, Jokowi menyinggung soal perubahan dunia yang sangat cepat. Indonesia harus bisa mengikuti perubahan dengan mengubah polakerja menjadi lebih aktif dan tidak monoton.

"Kalau kita bekerja linier, kalau kita bekerja rutinitas pasti ditinggal. Kerja kita monoton ditinggal kita. Ada internet banyak yang baru belajar apa itu internet. Sudah berubah ganti mobile internet. Ganti lagi aktivisual intelijen. Kita belum rampung belajar satu, sudah berubah. Ini yang saya katakan perubahan dunia cepat karena teknologi," kata Jokowi.


(jor/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed