DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 19:50 WIB

Penjelasan Ridwan Kamil soal Video Viral 'NasDem Punya Kejaksaan'

Avitia Nurmatari - detikNews
Penjelasan Ridwan Kamil soal Video Viral NasDem Punya Kejaksaan Ridwan Kamil (Hendra Kusuma/detikFinance)
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberi penjelasan soal video pernyataan saat deklarasi dukungan maju dalam Pilgub Jawa Barat dari Komunitas Pesantren se-Jabar beberapa waktu lalu. Dalam video itu, Ridwan Kamil bicara soal NasDem, yang sudah deklarasi memberi dukungan kepadanya.

Dalam potongan video berdurasi 2 menit 32 detik yang menjadi viral tersebut, pria yang karib disapa Emil itu menyebutkan Partai NasDem punya kejaksaan. Video tersebut diunggah di YouTube, kemudian menjadi viral di Twiter dan YouTube.

Dalam video tersebut, Emil mengatakan "..tiba-tiba NasDem tidak banyak mikir, di posisi yang sama itu, langsung aja mendeklarasikan (saya sebagai calon Gubernur Jawa Barat). NasDem ini, dia punya media dan Kejaksaan. Kalau saya tolak, kemungkinan banyak mudaratnya kepada saya, kepada pembangunan Kota Bandung terganggu."

Saat diklarifikasi, Emil mengakui video itu memang dirinya, namun tidak ditayangkan secara utuh sehingga menimbulkan persepsi berbeda.

"Saya itu pada saat di Subang selama dua hari diminta kiai menanyakan peta politik. Karena para kiai minta saya maju lewat independen. Tapi kata para kiai, kalau tidak lewat independen kira-kira tipe-tipe politik itu apa," ucap Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (17/5/2017).

Saat itu, lanjut Emil, dia menerangkan semua partai di hadapan 100 orang kiai dan ulama. Dia tidak hanya bicara soal NasDem.

"Saya terangkan semua partai. Kalau Partai Demokrat, nasionalis religius, tidak ada yang anggotanya sekarang ada di pemerintahan. Kalau PDIP nasionalis, kemudian kader-kadernya ada yang jadi menteri," tutur Emil.

Kemudian Emil juga menjelaskan soal PKB, NasDem, dan Perindo. "Kemudian PKB afiliasinya ke muslim NU, kadernya ada yang menjadi menteri. Pas NasDem juga sama nasionalis, restorasi, kadernya ada yang di kejaksaan dan punya media juga. Perindo saya terangkan," ucapnya.

Emil menegaskan saat itu dia hanya memberikan edukasi politik tentang karakteristik partai. "Jadi momen dua hari itu, momen edukasi politik tentang karakteristik partai-partai dan jaringan partainya ke mana saja. Jadi tidak spesifik ngomongin NasDem," katanya.

Emil menegaskan pihaknya menerima dukungan NasDem karena dua hal, yakni tidak meminta dirinya menjadi kader dan tidak meminta mahar.

"Alasan utama ini tolong digarisbawahi. Bahwa di dalam partai tadi masing-masing punya jaringan punya media itu hanya tersier saja," ujarnya.
(imk/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed