DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 14:10 WIB

Jejak Turki dan Tradisi Unik Muslim Yuruci di Macedonia

Nadila Fitria - detikNews
Jejak Turki dan Tradisi Unik Muslim Yuruci di Macedonia Foto: Potret muslimah Suku Yuruci (Foto: Irfan Padli/Trans7)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Radovis - Kisah muslim di Eropa timur memang selalu memukau. Bagaimana tidak, di tanah yang telah melewati beberapa dekade kekuasaan besar, hidup masyarakat muslim dengan adat dan budayanya yang kuat.

Macedonia, menjadi tujuan selanjutnya dari perjalanan tim Jazirah Islam. Di negara yang namanya terasa asing ini , tim Jazirah Islam mengumpulkan kepingan informasi, seperti apa kehidupan muslim di tanah Balkan.

Jejak Turki dan Tradisi Unik Muslim Yuruci di MacedoniaFoto: Nadila Fitria dari tim Jazirah Islam Trans7 di Macedonia (Foto: Irfan Padli/Trans7)


Meski mayoritas penduduk Macedonia adalah non Muslim, Islam tidak terasa asing di sini. Pasalnya, cukup banyak masjid berdiri, dengan azan yang berkumandang bersahutan.

Jejak Turki dan Tradisi Unik Muslim Yuruci di MacedoniaFoto: Mayoritas penduduk Macedonia adalah non-Muslim. Namun Islam tak terasa asing di sini. Cukup banyak masjid berdiri dengan suara azan bersahutan (Foto: Irfan Padli/Trans7)


Pemerintahan Turki Utsmani selama 5 abad di Balkan, membuat sentuhan Turki sangat terasa di sini. Old bazaar atau pasar tua yang masih terjaga hingga kini , adalah salah satu buktinya.

Selain menjadi pusat kegiatan jual beli masyarakat, old bazaar atau juga dikenal dengan nama stara karsija di Skopje ibukota Macedonia, juga menjadi cerminan toleransi beragama di Macedonia. Di pusat pasar, terdapat satu masjid yang menjadi tujuan muslim saat waktu salat tiba.

Era kekuasaan Turki memang membuat banyak bangsa Slav, yang merupakan masyarakat asli Macedonia, mengenal dan memeluk Islam ratusan tahun silam. Kedekatan geografis dengan negara Albania juga membuat banyak muslim dari Albania hijrah ke Macedonia , dan menambah jumlahnya menjadi 700 ribu jiwa.

Perjalanan tim Jazirah Islam dilanjutkan, menuju Kota Radovis, yang terpaut sejauh 130 kilometer. Ada satu perkampungan muslim yang sangat unik berdiri di sana, dan terisolir dari kota besar.

Jejak Turki dan Tradisi Unik Muslim Yuruci di MacedoniaFoto: Yuruci memiliki arti Turks atau bangsa Turki. Seluruh warga Desa Radovish adalah keturunan Turki yang pernah berkuasa di Macedonia pada Abad 15 (Foto: Irfan Padli/Trans7)


Perkampungan kecil yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga ini merupakan salah satu perkampungan muslim, peninggalan kekuasaan Turki. Dan suku yang mendiami wilayah tersebut adalah Yuruci.

Yuruci memiliki arti turks, atau bangsa Turki. Seluruh warga perkampungan Radovis adalah keturunan Turki yang pernah berkuasa di Macedonia sejak abad ke-15.

Tim Jazirah Islam berkesempatan berkenalan dengan salah satu keluarga Suku Yuruci. Kebetulan salah satu anak perempuan di keluarga ini , akan menikah dalam waktu dekat. Sadev namanya.

Menariknya, di kampung Yuruci ini, setiap perempuan mengenakan baju yang sama. Pakaian bermotif bunga-bunga, wajib dikenakan oleh setiap wanita Suku Yuruci . Mereka tidak menggunakan baju yang biasa kita kenakan, karena terikat dengan adat dan budaya.

Jejak Turki dan Tradisi Unik Muslim Yuruci di MacedoniaFoto: Tarian tradisional Suku Yuruci (Foto: Irfan Padli/Trans7)


Jika baju sehari-harinya saja unik, terlebih baju pengantinnya. Yang pertama digunakan adalah mumme, atasan berwarna putih dengan kain berbahan cukup tebal, dengan hiasan tenun berwarna oranye keemasan. Dilanjutkan dengan futta, celana berwarna putih juga berhiaskan tenun.

Setelah urka, rompi berwarna hitam dikenakan, Sadev menimpanya dengan tuka, kain mirip celemek, berwarna senada yang diikat di pinggangnya. Pakaian ini mirip dengan baju tradisional Turki, yang dikenakan oleh wanita-wanita di pedesaan.

Jejak Turki dan Tradisi Unik Muslim Yuruci di MacedoniaFoto: Suku Yuruci di Desa Radovish, Macedonia (Foto: Irfan Padli/Trans7)


Bukan hanya pakaian saja yang mengambil budaya Turki, bahasa nasional daerah ini juga bahasa Turki. Sangat sedikit penduduk yang bisa bahasa Macedonia, apalagi bahasa Inggris.

Perempuan Suku Yuruci yang belum dan sudah menikah bisa dibedakan dengan mudah dari rambut mereka. Yang belum menikah boleh memanjangkan poni, sementara yang sudah menikah harus terus menerus memotong poni dengan potongan rata persis di atas alis. Tradisi sangat unik yang dipertahankan selama 5 abad di tanah Radovish ini.

Jejak Turki dan Tradisi Unik Muslim Yuruci di MacedoniaFoto: Perempuan Suku Yuruci di Macedonia (Foto: Irfan Padli/Trans7)


Hiasan tenun di baju dan celana pengantin Yuruci, ternyata dibuat hanya menggunakan tangan dan alat-alat yang sederhana. Tidak semua wanita di desa ini bisa menenun baju pengantin . Hanya segelintir wanita , yang diajarkan turun temurun dari ibu mereka saja yang bisa . Biasanya, untuk menghias satu baju pengantin, memerlukan waktu satu bulan.

Pernikahan di kampung ini biasanya dilakukan pada hari libur, Sabtu atau Minggu. Selama 2 hari penuh mereka merayakannya bersama keluarga dan kerabat dekat. Biasanya satu kampung akan keluar rumah dan ikut berbahagia bersama sang pengantin.

Suku Yuruci cukup terisolir dari dunia luar. Mereka hanya hidup apa adanya, mengharap berkah Allah SWT.

Sambutan mereka yang sangat hangat menambah lagi catatan dalam perjalanan tim Jazirah Islam di Macedonia. Semua muslim bersaudara. Tak peduli dari belahan dunia mana mereka berasal.

Saksikan kisah lengkap kehidupan Muslim Yuruci di Macedonia, dalam program "Jazirah Islam" di TRANS 7 pada Kamis 18 Mei 2017 pukul 15.15 WIB.
(nwk/nwk)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed