DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 00:25 WIB

PBNU Petakan Potensi Penyebaran Paham Radikal dari Khotbah

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
PBNU Petakan Potensi Penyebaran Paham Radikal dari Khotbah Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kemeja putih). (Foto: Hasan Alhabshy/detikcom).
Jakarta - Semua tokoh lintas agama diajak Presiden Joko Widodo untuk ikut menjaga persatuan bangsa. PBNU sebagai salah satu organisasi berbasis massa Islam yang besar ikut andil dalam diskusi bersama Jokowi.

Kehadiran PBNU diwakili oleh Sekjen Helmy Faishal Zaini. Dia menyampaikan mengenai pemetaan paham radikal yang mengganggu persatuan bangsa.

"Pertama, harus ada pemetaan. Sebetulnya sebaran paham-paham yang mengganggu Pancasila itu dimulai dari mana? Jadi kita cluster dulu," kata Helmy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).

Menurut data riset yang dikutip Helmy, sebanyak 4% penduduk Indonesia mendukung keberadaan ISIS. Meski angkanya relatif kecil, tetapi tidak bisa dikesampingkan.


"Sebetulnya kita bisa membanding khotbah-khotbah Jumat di perkampungan, tidak ada yang mengajak, katakanlah, dengan nada keras ya. Semuanya mengajak persatuan dan kesatuan. Kalau di perkotaan, bahkan di masjid-masjid pemerintah, masjid BUMN, itu justru khotibnya keras-keras itu," sebut Helmy.

Dia juga menyebut pola penyebaran paham tertentu di kegiatan kampus perlu diperhatikan. Sehingga paham yang bertentangan dengan Pancasila tak menyebar bebas.

"Ini kan menyebarkan paham. Penyebaran itu melalui forum-forum yang tidak bisa kita deteksi, melalui perkampungan, atau melalui pengajian, dan seterusnya," kata Helmy.
(bag/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed