DetikNews
Selasa 16 Mei 2017, 19:29 WIB

Korban Longsor Luwu Timur Terima Bantuan dari Kementerian PUPR

Raras Prawitaningrum - detikNews
Korban Longsor Luwu Timur Terima Bantuan dari Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Luwu Timur - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ikut membantu penanganan bencana tanah longsor di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kementerian PUPR mengerahkan tim dan alat berat ke lokasi bencana serta memberikan bantuan air bersih bagi korban.

Dalam keterangan tertulis dari Kementerian PUPR, Selasa (16/5/2017), tim dari Kementerian PUPR turut membantu membuka akses Jalan Trans Sulawesi Tarengge-Malili yang tertutup longsoran akibat hujan lebat pada Minggu (14/5). Pembersihan material longsor di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Luwu Timur, ini melibatkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar dan Ditjen Bina Marga. Termasuk dinas terkait.

Saat ini Jalan Trans Sulawesi yang sebelumnya tertutup material longsor seluar sekitar 100 meter persegi sudah dapat dilalui kendaraan. Namun kendaraan harus berjalan bergantian karena tim masih melakukan proses pembersihan.

Selain itu, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga mengirimkan bantuan 1 unit mobil tangki air (MTA) dan 5 hidran umum (HU) dengan kapasitas 2.000 liter.

MTA diberikan guna memenuhi kebutuhan air bersih pada posko komando bencana. Lalu 2 HU akan dipasang di posko komando dan 3 unit HU akan didrop sementara di kantor PDAM Malili. Kini distribusi air bersih sudah kembali normal.

Masa tanggap darurat selama 7 hari telah ditetapkan Bupati Luwu Selatan, yakni pada 12-18 Mei 2017. Namun bisa saja diperpanjang karena masih ada wilayah yang rentan longsor.

Tim investigasi juga telah dibentuk demi mengantisipasi longsor susulan. Tim yang terdiri dari TNI, Polri, Kementerian PUPR, dan tim geologi sudah melakukan survei di sekitar lokasi lereng yang longsor.

Diberitakan sebelumnya, tanah longsor di Luwu Timur mengakibatkan 7 warga Angkona meninggal dunia. Sedangkan 7 warga lainnya telah mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, warga mengalami kerusakan sawah, kebun, dan rumah sehingga kurang-lebih 400 warga harus mengungsi.
(nwy/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed