DetikNews
Senin 15 Mei 2017, 10:22 WIB

Yasonna Sebut Ahok Diancam Dibunuh, Djarot: Saya Nggak Tahu

Nathania Riris Michico - detikNews
Yasonna Sebut Ahok Diancam Dibunuh, Djarot: Saya Nggak Tahu Plt Gubernur Djarot menerima aduan. (Bisma/detikcom)
FOKUS BERITA: Ahok Divonis 2 Tahun
Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut salah satu pertimbangan pemindahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari Rutan Cipinang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, adalah adanya ancaman pembunuhan. Namun Plt Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mengetahui hal itu.

"Nggak tahu saya, tanya Pak Yasonna," kata Djarot singkat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

Ketika ditanya lebih jauh mengenai hal tersebut, Djarot enggan berkomentar. Dia langsung bergegas menuju ruang rapat pimpinan di Balai Kota.

Yasonna sebelumnya mengungkapkan adanya ancaman pembunuhan terhadap Ahok berkaitan dengan pemindahan Ahok. Yasonna bercerita, pada Selasa, 9 Mei 2017, sekitar pukul 23.00 WIB, ada panggilan telepon dari Kakanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta dan ia diberi tahu bahwa Rutan Cipinang sudah sangat padat.

"Saya ditelpon Kakanwil Kemenkumham Provinsi DKI bahwa di Rutan Cipinang saat itu sudah sangat padat. Ada 3.733 penghuni," kata Yasonna, Minggu (14/5).

Yasonna menyebut ada ancaman pembunuhan terhadap Ahok, namun ia tidak menyebut secara rinci dari mana ancaman itu. "Dan sulit menjamin keamanan karena figur beliau yang masih ada pihak-pihak yang sangat tidak puas dan adanya ancaman-ancaman untuk dibunuh," ujar Yasonna.

Akhirnya dipertimbangkan untuk memindahkan Ahok dari Rutan Cipinang ke Mako Brimob. Yasonna juga menyebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian sependapat dengan pemindahan itu.
(aan/dha)
FOKUS BERITA: Ahok Divonis 2 Tahun
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed