DetikNews
Jumat 05 Mei 2017, 22:20 WIB

Ketua KPK Sebut OSO 'Banci', KPK: Itu Bukan soal Personal

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Ketua KPK Sebut OSO Banci, KPK: Itu Bukan soal Personal Ketum Hanura Oesman Sapta Odang. (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Jakarta - Partai Hanura mendesak Ketua KPK Agus Rahardjo meminta maaf karena telah menyebut rangkap jabatan yang dipegang Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketum Hanura dan Ketua DPD seperti banci. KPK mengklarifikasi bahwa ujaran tersebut dimaksudkan untuk mengomentari fenomena, bukan menyerang personal.

"Konteks unsur yang harusnya ada di DPD adalah unsur dari perwakilan daerah, bukan unsur dari partai politik. Jadi kalau partai politik masuk ke dalam DPD, kondisi itulah yang kemudian dikomentari. Jadi bukan persoalan personalnya. Ini yang perlu hati-hati kita pahami lebih lanjut," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di lobi kantornya, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2017).

Febri kemudian menegaskan lebih lanjut soal diskusi yang diadakan pada Kamis (4/5) kemarin dan dihadiri oleh Ketua KPK Agus Rahardjo, anggota Ombudsman RI Ahmad Almsyah Saragih, serta Komisioner Aparatur Sipil Negara (ASN) Waluyo. Menurutnya, dalam fenomena jabatan ganda pejabat pemerintahan di BUMN, yang menjadi bahasan adalah adanya risiko konflik kepentingan yang menyebabkan tidak efektifnya pemerintahan.

"Disebutkan oleh pihak Ombudsman ada lebih dari 200 posisi yang sedang ditelaah, apakah itu melanggar UU Pelayanan Publik atau tidak," tutur Febri.


Febri kemudian lebih memilih menanggapi soal pokok diskusi kemarin dan soal kerja sama dengan Ombudsman. Salah satunya mengenai kemungkinan pelanggaran penghasilan yang diberikan kepada orang yang memegang jabatan ganda.

"Lebih baik kita bicara hal yang substansi tentang pembenahan ke depan. Bahkan kita perlu melihat lebih jauh 222 posisi tersebut apakah melanggar undang-undang atau tidak," tuturnya.

Namun, ketika ditanya apakah KPK akan memenuhi permintaan Hanura untuk meminta maaf, Febri tidak menjawab langsung. Ia hanya menegaskan tanggapan pimpinan KPK dalam konteks diskusi semata.

"Yang bisa saya jelaskan adalah konteks dari acara kemarin adalah diskusi," kata Febri.

Sebelumnya diberitakan, Hanura lewat Wasekjen Dadang Rusdiana menganggap Agus telah melampaui kewenangan dan berkata tak pantas terhadap OSO. Ia kemudian mendesak Agus segera minta maaf.

"Pokoknya, kami memprotes keras. Memang baiknya Ketua KPK meminta maaf kepada Hanura," kata Dadang, Jumat (5/5).


Sementara itu, saat dimintai konfirmasi soal komentar Agus Rahardjo, OSO hanya menjawab singkat.

"Bukan urusan dia," kata OSO di gedung LAN Antang, Makassar, Jumat (5/5).

Diketahui OSO saat ini memang memegang jabatan rangkap, baik di parlemen maupun partai. Ia menjabat Ketua DPD sekaligus Ketua Umum Partai Hanura. Hingga saat ini, dia juga masih menjabat Wakil Ketua MPR.
(nif/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed