DetikNews
Kamis 04 Mei 2017, 11:03 WIB

KPK Periksa Pegawai di Kemenag terkait Kasus Korupsi Alquran

Nur Indah Fatmawati - detikNews
KPK Periksa Pegawai di Kemenag terkait Kasus Korupsi Alquran Foto: dok detikcom
Jakarta - Penyidik KPK memanggil seorang pegawai di Kementerian Agama (Kemenag) berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Alquran. Pegawai itu merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam di Kemenag.

"Saksi atas nama Undang Sumantri selaku pejabat pembuat komitmen Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FEF (Fahd El Fouz)," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Kamis (4/5/2017).

Selain itu, penyidik KPK memanggil saksi lainnya yaitu Chandra Darma Permana (staf kantor pajak Timika Papua atau mantan teller Bank Mandiri cabang Jakarta Pasar Rebo) dan Murdaningsih (Direktur Marketing PT Macanan Jaya Cemerlang). Chandra sendiri sebenarnya dijadwalkan diperiksa kemarin (3/5), namun tidak hadir. Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk Fahd.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara serupa yang telah ditangani KPK sebelumnya. Untuk saat ini, KPK menjerat Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq sebagai tersangka.

Sementara itu, KPK juga meminta keterangan dari 4 tahanan kasus tersebut di lembaga pemasyarakatan (lapas) masing-masing dalam rentang waktu antara 3-9 Mei ini. Mereka adalah Zulkarnaen Djabar, Chairunnisa, Ahmad Jauhari, dan Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra.

Zulkarnaen divonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman 15 tahun penjara akibat korupsi pengadaan Alquran. Sedangkan putranya, Dendy Prasetia, serta Ahmad Jauhari dihukum 8 tahun penjara dalam kasus yang sama.

Sedangkan Chairunnisa dihukum 4 tahun kurungan akibat perkara pemberian hadiah kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait dengan permohonan gugatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung Mas di MK. Menurut Febri, kapasitas Charunnisa sebagai mantan anggota DPR.

Dalam kasus ini, Fahd ditetapkan menjadi tersangka karena diduga menerima duit sekitar Rp 3,4 miliar diduga imbalan dalam pemulusan proyek pengadaan tersebut. Ketua DPP Golkar bidang pemuda dan olahraga itu ditahan pada Jumat (28/4) setelah diperiksa penyidik KPK.
(nif/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed