DetikNews
Rabu 03 Mei 2017, 19:05 WIB

Cerita Bupati Anas soal Programnya Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Suci Rizqi Lestari - detikNews
Cerita Bupati Anas soal Programnya Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Foto: Suci Rizki Lestari/detikcom
Jakarta - Dua program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berhasil masuk 99 besar dalam perlombaan Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017. Perlombaan tersebut digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mempresentasikan dua program inovasi di Ruang Rapat Sriwijaya 1, KemenPAN-RB, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (3/5/2017). Menurut Bupati Anas, Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur, sehingga dibutuhkan terobosan dan inovasi untuk memberikan pelayanan publik yang baik.

"Program SAS (Siswa Asuh Sebaya) kita mulai sejak 2011. Adapun E-VB diaplikasikan di desa-desa dalam tiga tahun terakhir secara bertahap," ucap Anas.

Baca: Curi Perhatian Lewat e-Village, Banyuwangi Diusulkan Raih SAKIP A

Anas menjelaskan E-Village Budgeting (E-VB) merupakan inovasi untuk meningkatkan tata kelola anggaran dan pembangunan desa. Sistem ini menyinergikan keuangan dan pembangunan di tingkat desa dengan kabupaten.

Dengan begitu, lanjut Anas, tercipta keselarasan tanpa intervensi program di tengah jalan. Dalam pelaksanaannya juga dilakukan pengawasan melalui sistem lengkap dengan titik koordinat dan gambar proyek pembangunan. Semua upaya pengawasan dilakukan untuk menutup celah adanya proyek fiktif atau ganda.

E-VB dinilai sejalan dengan langkah serius Pemkab Banyuwangi untuk membangun infrastruktur IT di desa-desa. Bupati Anas mengatakan Wi-Fi terbukti mampu mendidik anak-anak dalam mempromosikan desa tempat tinggal mereka.

"E-VB merupakan alat bantu sistem untuk merumuskan kebijakan sistematis berbasis web. Kemunculannya bermula dari keresahan masyarakat mengenai penataan keuangan yang tidak transparan," ujar Anas.

Selain E-VB, SAS masuk inovasi pelayanan publik terbaik. SAS merupakan upaya pemda mendorong empati dan solidaritas di kalangan pelajar.

Baca: Program Siswa Asuh Sebaya Banyuwangi Raih Penghargaan

Pelajar dari keluarga mampu memberikan dana sukarela kepada teman sebaya dari keluarga kurang mampu. Sejak diluncurkan pada 2011, SAS kini mampu mengumpulkan dana hingga Rp 12,8 miliar dengan menjangkau lebih dari 20.000 siswa.

"Tidak semua masalah pendidikan mampu ditangani pemerintah daerah. Program SAS jadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan tangan pemerintah dalam membiayai pendidikan masyarakat," katanya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Bupati Anas mengungkapkan rasa bahagianya karena dua program andalan dari Pemkab Banyuwangi berhasil masuk 99 besar inovasi terbaik.

"Kami senang, apa yang dikerjakan tim pemda juga diapresiasi sebagai inovasi yang menurut KemenPAN-RB ini layak untuk dinominasikan. Kami senang jika program kamu juga direplikasi oleh wilayah lain untuk kebaikan masyarakat," tutur Anas.
(ega/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed