DetikNews
Senin 01 Mei 2017, 16:18 WIB

Saat Ditangkap di Hotel, Miryam Sedang Menunggu Seseorang

Audrey Santoso - detikNews
Saat Ditangkap di Hotel, Miryam Sedang Menunggu Seseorang Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Satgas Polri menangkap buronan KPK, Miryam S Haryani, di Grand Hotel Kemang, Jakarta Selatan. Selain bersama adiknya, Miryam diketahui tengah menunggu seseorang saat ditangkap.

Dalam pelariannya sejak masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Miryam berpindah-pindah lokasi. Dia sempat berada di Bandung, Jawa Barat.

"Tanggal 30 April kami ketahui beliau bergerak kembali ke Jakarta, di wilayah Kemang. Tadi malam yang bersangkutan berada di Grand Kemang Hotel dan kami lakukan penangkapan," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan saat memberikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/5/2017).


Miryam yang terjerat kasus pemberian keterangan palsu terkait perkara korupsi e-KTP itu ditangkap pada pukul 02.00 WIB dini hadi tadi. Politikus Hanura tersebut kemudian diboyong ke Polda Metro Jaya sebelum dibawa ke KPK sore ini.

"Tadi tim kami melakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan pelariannya karena kasus pokoknya bukan kami yang menangani," ujar Iriawan.

Dia pun memastikan, seseorang yang ada bersamanya ketika ditangkap adalah sang adik. Tak hanya itu, Miryam pun menurut Iriawan sedang menunggu seseorang saat ditangkap.

"Saat ditangkap yang bersangkutan bersama adiknya, sedang menunggu seseorang yang akan datang ke hotel tersebut," sebutnya.

[Gambas:Video 20detik]



Iriawan mengatakan pihak kepolisan tengah mendalami siapa orang yang sedang ditunggu Miryam itu. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan KPK mengenai pihak-pihak yang membantu pelarian Miryam.

"Kami juga mendalami siapa orang yang ditunggu yang bersangkutan. Kita akan koordinasi dengan KPK, kami akan mendalami terkait pelarian yang bersangkutan dan siapa saja yang membantu," terang Iriawan.

Polisi juga memastikan Miryam buron karena penetapan tersangka terhadap dirinya. "Yang bersangkutan pergi karena ditetapkan sebagai tersangka," Iriawan menambahkan.
(elz/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed