DetikNews
Minggu 30 April 2017, 01:24 WIB

Kasus Salah Tembak, Polri Didorong Evaluasi Penggunaan Senpi

Audrey Santoso - detikNews
Kasus Salah Tembak, Polri Didorong Evaluasi Penggunaan Senpi Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Jakarta - Beberapa peristiwa salah tembak yang dilakukan aparat kepolisian menjadi perhatian Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS). KontraS mendorong Polri untuk mengevaluasi praktik dan syarat penggunaan senjata api (senpi).

"Kami mendesak Kapolri agar segera melakukan evaluasi terhadap praktik dan persyaratan penggunaan senjata api di lingkungan Polri. Persyaratan atas kepemilikan senjata api ini penting diperketat untuk menghindari terulang kembalinya peristiwa yang sama dengan jumlah korban yang lebih banyak lagi di kemudian hari," kata Koordinator KontraS Yati Andriyani, dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Sabtu(29/4/2017).

Kasus yang menjadi pemicu sikap KontraS ini adalah penembakan satu keluarga oleh anggota Sabhara Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Brigadir K. Juga penembakan yang dilakukan Aipda BS kepada anak kandungnya sendiri di Bengkulu, karena mengira anaknya maling.

"Brigadir K, anggota Sabhara di Polres Lubuklinggau yang melakukan penembakan terhadap satu keluarga di dalam mobil pada Selasa, 18 April 2017. Penembakan tersebut menewaskan dua orang dan lima orang lainnya luka-luka. Rabu, 26 April 2017, Aipda BS, anggota polisi dari Polres Bengkulu menembak anaknya sendiri hingga tewas," ujar Yati.

"Aipda BS, dalam kondisi malam hari yang gelap gulita, menyangka anaknya sebagai pencuri yang ingin masuk rumah dan memutuskan menembaknya," imbuh dia.

Data pemantauan KontraS periode Januari – Maret 2017 mencatat terjadi 124 operasi penanggulangan kriminal dengan mekanisme penembakan oleh Polri di seluruh Indonesia. Mayoritas penembakan terjadi di Sumatera dan Sulawesi. Penembakan-penembakan tersebut menimbulkan jatuhnya korban sebanyak 176 orang yang terdiri dari 97 korban luka dan 79 orang tewas.

"Ke-79 orang tersebut tewas dalam 62 operasi penembakan oleh Polri. Sedangkan korban tewas paling banyak berasal dari operasi penanggulangan narkotika, yakni dari 40 operasi telah menimbulkan korban luka 14 orang dan korban tewas 41 orang," terang Yati.
(aud/ams)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed