DetikNews
Kamis 27 April 2017, 18:03 WIB

Sidang Korupsi E-KTP

Irvanto Bantah Jadi Ketua Konsorsium karena Keponakan Novanto

Rina Atriana - detikNews
Irvanto Bantah Jadi Ketua Konsorsium karena Keponakan Novanto Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Kamis (27/4/2017). (Agung Pambudhy/detikcom)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Jakarta - Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, ditanya mengenai keikutsertaannya dalam tender proyek e-KTP. Eks Direktur PT Murakabi Sejahtera itu ikut serta dalam lelang sebagai leader dari Konsorsium Murakabi.

Jaksa Irene Putri mencecar Irvanto mengenai modal yang dimiliki Murakabi sehingga berani mengikuti tender e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Irvanto sempat menjawab memutar sebelum akhirnya menyebutkan angka Rp 600 miliar.

"Tahun 2008-2010 itu memang alhamdulillah kita mendapat klien yang besar-besar. Untuk Murakabi sendiri, mengikuti sendiri tender e-KTP tidak sanggup," ujar Irvanto dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

Selain Murakabi, dua konsorsium lain yang ikut serta dalam lelang e-KTP adalah PNRI dan Astragraphia. Irene menyebut dua konsorsium tersebut punya nama besar. Berbeda dengan Murakabi yang merupakan nama baru.

"Yang saya tanya, modal Murakabi berapa?" tanya jaksa Irene.

"Pada saat kita menghadapi tender, Murakabi cukup percaya diri. Nominal yang kita punya kontrak di luar sekitar Rp 600 miliar. Kita ada satu proyek yang kita andalkan itu sekitar Rp 600 miliar. Di luar itu ada yang kecil-kecil," jawab Irvanto.

Jaksa kemudian menanyakan kepada Irvanto bisa menjadi pemimpin di Konsorsium Murakabi.

"Apakah Saudara menjadi leader konsorsium karena anggota-anggota konsorsium Saudara tahu Saudara adalah keponakan Setya Novanto?" tanya jaksa Irene.

"Tidak ada urusannya, Bu," jawab Irvanto.

"Orang-orang sekitar Saudara tahu tidak Saudara keponakan Setya Novanto?" tanya jaksa lagi.

"Sepertinya tidak dan tidak perlu tahu juga," tegas Irvanto.
(rna/fdn)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed