DetikNews
Kamis 20 April 2017, 23:03 WIB

Belajar Melanjutkan Perjuangan Kartini dari Bupati Lampung Timur

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Belajar Melanjutkan Perjuangan Kartini dari Bupati Lampung Timur Diskusi 'Kartini Masa Kini' (Heldania Ultri Lubis/detikcom)
FOKUS BERITA: Kartini Masa Kini
Jakarta - Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim bercerita mengenai cara melanjutkan perjuangan RA Kartini. Menurutnya, hal tersebut tidaklah sulit karena para perempuan hanya perlu melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh perempuan itu sendiri.

"Melanjutkan perjuangan Kartini untuk perempuan-perempuan Indonesia saya kira tanpa harus berbicara melanjutkan. Kalau kita berperan, kalau kita mengaryakan sesuatu sesuai dengan dengan kemampuan kita, itu sudah pasti artinya melanjutkan perjuangan Kartini," ujar Chusnunia dalam acara 'Kartini Masa Kini' yang berlangsung di Rumah Moroko, Jalan Tasikmalaya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017).

Sebagai seorang perempuan dan politikus, Chusnunia mengakui banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun Chusnunia selalu memegang teguh prinsip yang dia punya, yaitu selalu berpikir positif.

"Menjalani segala sesuatu itu mengalir saja. Misalnya saya dulu saat berkampanye, bertemu dengan masyarakat, menyampaikan visi dan misi dan terpilih, semuanya itu dijalani saja, mengalir apa adanya. Kata kuncinya adalah selalu positif. Karena, kalau kita selalu berpikiran positif dan melakukan sesuatu yang positif, kepositifan itu juga akan kembali kepada diri kita," sebutnya.

Chusnunia juga mengatakan politik memang dunia yang bisa dibilang cukup 'macho', karena banyaknya laki-laki yang terlibat. Namun, ia menegaskan, itu bukan hambatan untuk menghentikan langkah perempuan jika tertarik dan ingin terjun di dunia politik. Dia mengajak para perempuan pantang menyerah dalam meraih apa yang mereka cita-citakan.

"Jangan menyerah. Perempuan di balik kelemahan dan kekurangan memiliki nilai plus yang banyak sekali. Jangan khawatir, perempuan yang aktif banyak memberikan hal positif. Saya memilih memutar kelemahan menjadi kelebihan. Dalam kampanye misalnya, pemilih itu lebih banyak perempuan dibanding laki-laki. Justru kalau kita bisa bicara perempuan dengan perempuan, maka bisa lebih diterima. Kalau kita menemui persoalan, lebih banyak yang menolong. Jadi banyak nilai positif yang bisa diraih," ucapnya.

Chusnunia menyemangati para perempuan Indonesia bahwa segala sesuatu itu mungkin terjadi jika dibarengi dengan niat yang sungguh-sungguh dan kerja keras. Para perempuan harus berani melampaui batas kemampuan perempuan itu sendiri.

"Perempuan Indonesia itu kalau punya sesuatu yang ingin diwujudkan, kita harus bisa melampaui batas kemampuan kita sendiri. Karena itu yang bisa membawa kita ke cita-cita kita. Lampaui batas yang kita pikirkan untuk mencapai cita-cita kita. Perempuan jangan terbatas di pikirannya, 'Oh, saya perempuan nggak pantes itu, nggak cocok itu.' Jangan. Tembus itu batasnya, lampaui itu batasnya. Jadi itu batas yang cuma diciptakan kepala kita yang sebenarnya nggak ada," sebutnya.

Chusnunia juga menyampaikan bahwa perempuan harus mulai berpikir lebih terbuka dengan tidak lagi memikirkan masalah gender. Dia dengan tegas mengatakan perempuan adalah manusia, laki-laki juga manusia. Jadi, menurutnya, sudah semestinya perempuan merasa punya kesempatan yang sama besarnya dengan laki-laki di bidang apa pun yang diminati jika dijalani dengan niat kuat dan kerja keras tanpa batas.

"Jadi pesan saya kepada para perempuan Indonesia, yang jelas ketahui. Kenali kemampuan kita. Nggak usah jauh-jauh. Kita semua punya keunikan masing-masing. Kita punya kemampuan masing-masing, itu dikembangkan, lakukan yang terbaik, tetap positif dan fokus," tutupnya.
(hld/rna)
FOKUS BERITA: Kartini Masa Kini
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed