DetikNews
Selasa 18 April 2017, 13:03 WIB

Jokowi: Kita Bersyukur Punya Kodrat Bhinneka Tunggal Ika

Ray Jordan - detikNews
Jokowi: Kita Bersyukur Punya Kodrat Bhinneka Tunggal Ika Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo menggelar resepsi peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2017. Dalam kegiatan itu, Jokowi menekankan pentingnya arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Jokowi mengatakan, peringatan KAA ini merupakan yang ke-62 sejak diselenggarakan pertama kali pada 18 April 1955. Dalam pembukaan KAA di Bandung tersebut, Presiden pertama Republik Indonesia, yang juga Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno (Bung Karno) menyampaikan pesan persatuan.

"Bung Karno menyampaikan, jadikanlah prinsip live and let live serta unity and diversity menjadi kekuatan pemersatu yang akan membawa kita ke persahabatan dan diskusi yang bebas. Di mana masing-masing kita hidup dengan kehidupan kita sendiri, dan biarlah mereka hidup dengan cara mereka dalam harmoni dan perdamaian," kata Jokowi dalam pidato peringatan KAA 2017 di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).

Jokowi melanjutkan, pada saat itu, para delegasi dari setiap negara juga memakai baju nasional masing-masing yang beraneka corak dan ragam. Semua itu, kata Jokowi, menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang, warna kulit, agama, budaya tidak jadi penghalang untuk bersatu dan membangun solidaritas yang kokoh.

"Hanya dengan bersatu, Asia dan Afrika dapat menjadi sejahtera. Hanya dengan persatuan, Asia dan Afrika keamanan seluruh dunia akan terjamin," katanya.

Jokowi juga mengatakan, saat dirinya melakukan kunjungan ke beberapa negara baik di Eropa, Amerika, Asia, dan Timur Tengah, membuat dirinya semakin menyadari bahwa banyak negara di dunia, termasuk negara maju sedang gelisah.

"Perasaan aman yang terganggu, toleransi mereka yang terkoyak, dihantui terorisme, dihantui ekstremisme, dihantui radikalisme. Dan mereka sedang mencari referensi nilai-nilai dalam mengelola keberagaman," katanya.

Karena itu, lanjut Jokowi, Indonesia patut bersykur karena memiliki kodrat kebangsaan Bhinnke Tunggal Ika. Di mana perbedaan dan keragaman bisa bersatu. Sebagaimana diketahui sesuai data BPS, ada 1.340 suku di Indonesia.

"Kita bersyukur, Indonesia bersyukur, kodrat kebangsaan Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Kodrat Indonesia adalah mengelola keberagaman, mengelola kemajemukan, mengelola kebhinnekaan," katanya.

Kepala Negara juga menegaskan Indonesia harus tetap harmonis dan damai. Terlebih, dengan situasi yang aman dan damai akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi yang semakin baik.

"Indonesia tetap bisa membangun dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Dan di antara negara anggota G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 di triwulan II berada pada peringkat tiga besar di bawah Tiongkok dan India," kata Jokowi.
(rjo/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed