Sidang Korupsi e-KTP

Proyek e-KTP, Bos PT Quadra Beberkan 'Pengaturan' Produk

Haris Fadhil, Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 06 Apr 2017 18:40 WIB
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo membeberkan kongkalikong proses tahapan pengadaan e-KTP mulai tahap penyusunan teknis. Anang menyebut adanya pengarahan produk-produk tertentu.

"Ada tim yang membuat segi (spesifikasi) teknis untuk diarahkan, bekerja sama dengan beberapa vendor, misalnya untuk perangkat keras dengan HP (Hewlett Packard)," kata Anang bersaksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).

Produk-produk tertentu yang diarahkan dalam proyek e-KTP di antaranya pengadaan Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) yang menggunakan produk merek L-1 Identity Solutions, termasuk pengadaan hardware menggunakan produk merek HP.

"Misal untuk server itu HP, untuk software itu ada Oracle, ada Microsoft, ada (AFIS) L-1. Secara general diberi tahu waktu itu," sebut Anang, yang perusahaannya tergabung dalam konsorsium PNRI, pemenang lelang e-KTP.

Dalam surat dakwaan dipaparkan spesifikasi teknis disusun mengarahkan merek produk tertentu, yakni L-1 Identity Solutions, Hewlett Packard (HP), Fargo HDP 5000, dan Oracle. Spesifikasi teknis inilah yang kemudian dipergunakan terdakwa Sugiharto sebagai acuan pembuatan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

"Waktu awal ketika keluar spesifikasi dokumen itu mengacu pada beberapa produk, misal HP dan IBM," ujar Anang.

Dalam surat dakwaan, jaksa KPK menyebut bukan hanya pada tahap penganggaran, penyimpangan juga terjadi pada tahap pelaksanaan pengadaan e-KTP.

Jaksa penuntut umum pada KPK menyebut proses pengadaan e-KTP sudah diatur sedemikian rupa dari pelelangan hingga pelaksanaan.

Sampai akhir masa pelaksanaan pekerjaan e-KTP pada 31 Desember 2013, konsorsium PNRI hanya dapat mengadakan blangko KTP elektronik sebanyak 122.109.759 keping.

Jumlah tersebut masih di bawah target pekerjaan sebagaimana ditentukan dalam kontrak awal, yakni konsorsium PNRI wajib melakukan pengadaan personalisasi dan distribusi blangko e-KTP sebanyak 172.015.400. (fdn/dhn)