Banjir Bandang di Anyer, Bupati Serang Salahkan Pemerintah Pusat

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 06 Apr 2017 12:53 WIB
Foto: Dokumen BPBD Kabupaten Serang
Serang - Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang kemarin mengakibatkan sejumlah rumah rusak dan ratusan orang mengungsi. Selain karena meluapnya sungai Garung, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan banjir terjadi karena Balai Besar tidak menangani sedimentasi dan pendangkalan sungai-sungai.

"Itu berulang terus. Permasalahan banjir di Anyer itu belum selesainya persoalan pendangkalan yang menjadi tupoksi Balai Besar Pemerintah Pusat. Selama pendangkalan, sedimentasi tidak ditangani, berulang kali juga banjir. Ketika air datang tidak bisa menampung dan ke masyarakat," kata Ratu Tatu Chasanah kepada wartawan di Ciruas, Kamis (6/4/2017).

Selain karena Balai Besar yang tidak menangani sedimentasi di aliran sungai Cidanau, Ciujung dan Cidurin, Tatu juga menyebut ada kemungkinan pembalakan liar yang mengakibatkan banjir bandang. Apalagi, material banjir yang merusak rumah warga salah satunya dari kayu-kayu dan akar pemohonan yang merusak rumah warga.

"Itu (pembalakan) mungkin, pasti jadi bagian dari satu kesatuan. Jangan sampai misalnya pembalakan liar masih terjadi. Dari hulunya pasti kita harus sisir," ucapnya.

Tatu menurutkan pemerintah kabupaten tidak bisa berjanji akan membantu rumah warga yang rusak. Menurutnya, itu tergantung dari ketersediaan anggaran khususnya dari dana yang tidak terduga.

"Kita upayakan akan dibantu. Tetapi bahwa pemda ini tidak bisa setiap kejadian langsung mengeluarkan anggaran kan, kecuali ada cadangan dana tak terduga. Selama itu ada, Insya Allah itu kita tangani," tuturnya.

Sebelumnya, banjir bandang di Anyer mengakibatkan 3 rumah warga rusak berat, 11 rumah rusak sedang, dan 2 rusak ringan. Daerah yang terdampak di antaranya Kampung Palupuy 334 KK, Babakan 18 KK, dan Sugarubuk 55 KK. (bri/idh)