DetikNews
Senin 03 April 2017, 15:49 WIB

Badan Geologi Terjunkan 12 Ahli Teliti Kawasan Karst Rembang

Avitia Nurmatari - detikNews
Badan Geologi Terjunkan 12 Ahli Teliti Kawasan Karst Rembang Lokasi pembangunan pabrik semen di Rembang (Imam Wahyudiyanta/detikcom)
Bandung - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi menerjunkan tim untuk mengkaji kawasan karst Rembang di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan untuk mencari data komprehensif untuk memutuskan apakah kegiatan operasional tambang semen tersebut layak atau tidak dilakukan di karst Rembang.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan penelitian tersebut akan dilakukan selama enam bulan ke depan.

"Secara lebih jelasnya, perlu penelitian lebih komprehensif 4-6 bulan ke depan. Saya harus menyiapkan 6 bulan ke depan mau ngapain," ujar Ego di kantor Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Menurut Ego, penelitian tersebut akan menerjunkan sedikitnya 12 tenaga ahli untuk mengkaji kawasan tersebut. Peneliti hidrogeologi delapan orang dan geofisika empat orang.

"Ini penting, karena harus ada kajian untuk mengetahui termasuk kawasan bentang alam karst (KBAK) atau tidak. Jadi tidak akan ada salah informasi," ujar Ego.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego SyahrialKepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial (Avitia Nurmatari/detikcom)

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Rudy Suhendar mengatakan penelitian yang dilakukan di antaranya meliputi geofisika dan resampling hidrokimia.

"Kami akan lakukan kajian lebih mendalam untuk mendapatkan kesimpulan yang bisa dibuktikan secara scientific," katanya.

Menurut Rudy, Kementerian ESDM sangat berhati-hati dalam menilai suatu kawasan, termasuk KBAK atau tidak. Dalam penetapan ini, pihaknya akan menggandeng semua pihak terkait untuk menguatkan hasil kajian.

"Kami tak cukup berdasarkan analisis, hipotesis, dan perkiraan, harus ada pembuktian. Kami mengajak masyarakat, kalau ada data atau apa, laporkan kepada kami. Kita cari sama-sama," katanya.

Hasil penelitian tersebut nantinya akan diserahkan ke Menteri ESDM untuk menjadi bahan dalam menetapkan KBAK. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2015, KBAK ini ditetapkan oleh Menteri ESDM.

Badan Geologi Terjunkan 12 Ahli Teliti Kawasan Karst RembangFoto: Avitia Nurmatari/detikcom

Jika hasil kajiannya menetapkan kawasan tersebut sebagai KBAK, segala aktivitas penambangan harus dihentikan.

"Kalau itu KBAK, berdasarkan PP 26/2008, semuanya harus mundur," kata dia.

Pabrik semen di Rembang jadi kontroversi. Ada yang pro, ada yang kontra dengan beragam alasan. Kegiatan operasional pabrik menunggu rekomendasi kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) yang ditunjuk pemerintah untuk menilai apakah sebuah proyek menyinggung lingkungan hidup atau tidak.
(avi/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed