DetikNews
Kamis 23 Maret 2017, 15:19 WIB

Edukasi Aturan Lalin Lewat Film yang Menyentuh ala Polisi Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Edukasi Aturan Lalin Lewat Film yang Menyentuh ala Polisi Aceh Foto: Situs Youtube
BAnda Aceh - Polisi lalu lintas di Aceh punya cara kreatif untuk mengedukasi masyarakat yaitu melalui film pendek. Ceritanya, mulai dari pentingnya menggunakan helm hingga ada juga yang menyinggung masalah suap.

Adalah Polantas Polres Pidie dan Polres Aceh Besar yang mengetuk hati masyarakat lewat film pendek. Mereka menggarapnya dalam waktu tergolong singkat. Personel Lantas Polres Pidie butuh waktu selama dua hari untuk membuat film berjudul "Cinta Tanpa Helm". Sementara Polantas Aceh Besar menggarap film "Suap" selama dua minggu.

Film pendek Cinta Tanpa Helm berkisah tentang sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara. Lewat pembicaraan melalui telepon genggam, mereka sepakat untuk bertemu. Sang pria menjemput pacarnya di rumah dengan menggunakan sepeda motor.

Agar rambut klimisnya tak rusak, ia ogah memakai helm. Bahkan saat sang pacar memberinya pelindung kepala, ia hanya menggantung di depan motor yang dikendarainya. Alasannya, itu tadi agar rambut yang sudah disisirnya dengan rapi tidak berantakan.

Sang pacar mengalah dan tidak banyak berbeda. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan di seputaran Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh. Sepasang kekasih ini terlihat mesra di atas motor sambil sesekali bercanda.

Ketika tiba di lampu merah, ia nekat menerobos. Tiba-tiba, bruukkk!! pasangan kasmaran ini menabrak truk yang tengah melintas. Darah segar mengucur dari kepala pria tersebut. Pacarnya yang mengenakan helm, tidak mengalami luka serius.

Tak lama berselang, warga datang membantu. Ia diboyong ke rumah sakit dengan menggunakan mobil ambulans. Takdir berkata lain, nyawa pria tersebut tak tertolong. Dengan wajah dipenuhi air mata, perempuan yang menjadi pacarnya datang ke tempat pemakaman dengan menggunakan kursi roda.

"Inti dari film ini ya kalau pacaran juga jangan lupa pakai helm. Jangan mentang-mentang 'dunia berasa berbunga' terus lupa pakai helm," kata Kasat Lantas Polres Pidie Iptu Rina Bintar Handayani saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (23/3/2017).

Film pendek berdurasi 5.12 menit ini digarap selama dua hari yaitu satu hari untuk proses pengambilan gambar dan satu hari proses editing. Film ini kini sudah diunggah ke situs YouTube.

"Kecelakaan, bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Kami satuan lalu lintas Polres Pidie mengimbau bagi para pengguna jalan agar tetap menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan. Sayangi masa depan anda dan tetap menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," pesan Rina diakhir videonya.

Sementara Satlantas Polres Aceh Besar menggarap film pendek dengan tema tentang "Suap". Ceritanya, di sebuah desa di Aceh Besar hidup seorang ayah yang berprofesi sebagai pemulung dan anak masih Sekolah Dasar.

Sosialisasi Aturan Lalin Lewat Film yang Menyentuh ala Polisi AcehFoto: Situs Youtube

Pria bernama Ramli ini menjadi ayah sekaligus ibu bagi putri semata wayangnya. Mereka tinggal di rumah mirip gubuk. Saban hari usai masak, ia dan anaknya bernama Nayla makan bersama. Setelah itu, Nayla bersiap-siap berangkat sekolah.

Ramli mengantar putrinya ke sekolah dengan menggunakan sepeda ontel. Meski hidup di bawah kemiskinan, Nayla tetap menjadi bocah ceria dan periang. Sepulang sekolah, ia kembali dijemput. Pernah suatu kali, ia melihat anak-anak lain membeli makan ditempat mewah. Nayla hanya mampu mengintip dari balik kaca.

Ia tak pernah meminta untuk dibelikan pada orangtuanya. Bahkan untuk sekolah, Nayla hanya bermodalkan tas dari karung. Suatu hari, Ramli meminjam motor tetangganya untuk pergi ke sebuah tempat. Ia tidak mengenakan helm.

Di tengah perjalanan, Ramli disetop oleh polisi lantaran tidak memakai helm dan surat-surat kendaraan pun tidak ada. Ramli memohon kepada polisi tersebut untuk tidak mengandangkan motor tetangganya itu.

Di tengah kondisi itu, Ramli mengalami dilematis. Satu sisi, dia merasa bertanggung jawab atas motor tetangganya, di sisi lain, dia harus kehilangan uang untuk kado Nayla karena hendak menyuap polantas tersebut.

Setelah berdebat beberapa saat, ia diberi surat tilang. Ramli berupaya menyuap seorang polisi dengan beberapa uang pecahan rupiah.

Polisi tersebut menerima uang suap dan Ramli diizinkan melanjutkan perjalanan. Berselang beberapa hari kemudian, ketika tiba di rumah, Ramli melihat sebuah tas, secarik surat dan uang suap yang pernah diberikan ke polisi di taruh disalah satu sudut rumah. Dengan penasaran, pria yang sehari-hari mencari nafkah ditumpukan sampah ini membaca surat tersebut.

"Tidak akan bahagia bapak yang memberi saya suap dan tidak akan bahagia saya yang menerima suap," begitulah isi surat dari Aipda Salauddin yang ditulis selembar kertas.

Dari surat tersebut, ia mengetahui jika tas, uang, dan secarik surat itu dari polisi lalu lintas bernama Aipda Salauddin. Ternyata, dalam beberapa hari terakhir, Salauddin memantau kehidupan Ramli dan sang buah hati.

"Film ini kita angkat dari kisah nyata yang pernah dialami oleh Aipda Salauddin waktu dia masih muda," kata Kasat Lantas Polres Aceh Besar Iptu Sandy Titah Nugraha.

Film pendek berdurasi selama 15 menit ini diperankan oleh Bob Amirullah sebagai Ramli dan Nayla Ashilah sebagai Nayla. Film ini digarap dalam waktu 2 Minggu.

Menurut Sandy, dalam film berjudul "Suap" ini terdapat beberapa pesan moral. Di antaranya yaitu masyarakat untuk tidak pernah mencoba menyuap polisi yang sedang bertugas ketika hendak ditilang. Selain itu, petugas di lapangan juga diharapkan agar bertugas dengan hati dan tidak membudayakan suap.

"Kita juga berharap untuk lebih sadar menjaga keselamatan dirinya sendiri bukan karena takut pada petugas atau karena takut ditilang," jelas Sandy.

"Jadi film ini diangkat dari kisah nyata, pengalaman Pak Salauddin menilang seorang bapak bernama Ramli, orang miskin. Belakangan diketahui yang bersangkutan dan putrinya itu sudah meninggal karena bencana tsunami tahun 2004 silam," ungkap Sandy.

Film pendek garapan Satlantas Polres Aceh Besar ini beberapa waktu lalu sudah pernah diputar perdana di aula kampus Fisip Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Sandy juga sudah mengunggah film tersebut di situs YouTube.
(try/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed