DetikNews
Selasa 21 Maret 2017, 13:55 WIB

Polisi Koordinasi ke Dewan Gereja dan Intelijen soal Sabar Nababan

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Koordinasi ke Dewan Gereja dan Intelijen soal Sabar Nababan Sabar Nababan (Facebook Sabar Nababan)
Jakarta - Sabar Nababan dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengaku sebagai tuhan. Apakah Sabar telah menyimpang? Polisi setempat kemudian berkoordinasi dengan pihak yang berkepentingan.

"Nanti kita tanyakan ke Dewan Gereja dan juga pihak terkait. Kalau untuk menyimpulkan penyimpangan atau aliran sesat, itu harus dari pihak yang berkompeten," kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad kepada detikcom, Selasa (21/3/2017).



Koordinasi dengan institusi Gereja perlu dilakukan untuk menyimpulkan apakah ajaran Sabar ini menyimpang atau tidak. Diduga, Sabar mencampurkan ajaran Kristen dalam ajaran Agama Angkasa Nauli (AAN) yang dibawanya.

Polres Mataram juga telah meminta keterangan dari Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) terkait dengan pengakuan Sabar ini. Sabar sendiri telah dimintai keterangan pada Senin (20/3) kemarin.

Sejauh ini tidak ada proses hukum terhadap Sabar, melainkan hanya diminta tetap melapor ke polisi. Muhammad menambahkan pihaknya akan terus memantau aktivitas Sabar terkait dengan pengakuannya sebagai tuhan dan agama baru tersebut.

"Iya, kami pantau dan awasi terus kegiatannya, dikhawatirkan nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Pada Kamis siang, detikcom menerima e-mail dari seseorang yang mengaku sebagai Sabar Nababan. Dalam e-mail tersebut, dia membantah pernyataan polisi bahwa dirinya menderita skizofrenia. Namun pria ini mengakui bahwa dia mendeklarasikan Agama Angkasa Nauli dan mengaku tengah menulis kitab yang disebutnya sebagai kitab 'Kebenaran'.
(mei/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed