DetikNews
Selasa 21 Maret 2017, 12:58 WIB

MA Nilai Perma Perampasan Aset Korporasi Bisa Dorong Pembangunan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
MA Nilai Perma Perampasan Aset Korporasi Bisa Dorong Pembangunan Hakim agung Surya Jaya (ari/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menyatakan Peraturan MA (Perma) tentang perampasan aset korporasi karena kejahatan dapat menumbuhkan dunia usaha menjadi lebih baik. Alhasil, dampaknya pembangunan pemerintah menjadi lebih cepat.

"Dengan Perma ini, korporasi akan buat aturan internal agar dapat mencegah pelanggaran aturan hukum. Kalau perusahaan-perusahaan sudah good goverment, maka akan mendorong pembangunan dan bangsa negara," ujar hakim agung Prof Surya Jaya dalam seminar nasional 'Coporate Criminal Liability Implementasi Perma No 13 Tahun 2016' di Hotel Mecure, Jakarta Utara, Selasa (21/3/2017).

Surya mengatakan dalam Perma ini ada tiga kelompok yang dapat diminta pertanggungjawaban tindak kejahatan koporasi. Ketiga kelompok ini terdiri dari pengurus hingga penerima kuasa usaha.

"Kelompok pengurus terdiri dari direksi, komisaris, pemilik atau pengendali, kemudian kelompok orang karena hubungan kerja misalnya karyawan atau staf. Dan terakhir kelompok berdasarkan hubungan lain misalnya penerima kuasa. Untuk acuannya ada di pasal 4, tetapi dalam pratiknya akan berkembang terus," papar Surya.

Surya mengatakan lahirnya Perma Korporas, akan membuat acuan bagi penegak hukum. Sehingga akan membuat sistem penegakan hukum yang profesional.

"Kalau dulu sebelum ada Perma, korporasi tidak bayar denda. Maka dengan ada perma ini sudah ada instrument hukum," tuturnya.

Sementara dari kalangan kalangan akademisi, Rektor Universitas Surya Kencana, Prof Dwidja Priyatno menuturkan adanya Perma Koporasi menjadi rambu-rambu aparat penegak hukum. Oleh karena itu sanksi yang dijatuhkan tidak perlu menjadi ketakutan berlebihan.

"Kriteria korporasi sanksi pidana harus melihat-lihat derajat, kerugian muncul tinggi atau tidak. Kemudian secara yurisprudensi riwayat pelanggaran serius yang dilakukan koporasi," pungkas Dwidja.
(edo/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed