DetikNews
Selasa 21 Maret 2017, 12:59 WIB

Disebut di Sidang, Fadli: Ada yang Cari Kesalahan Pajak Usai 411

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Disebut di Sidang, Fadli: Ada yang Cari Kesalahan Pajak Usai 411 Fadli Zon (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Fadli Zon merasa ada yang mencari-cari kesalahan pajaknya setelah dia mengikuti aksi 411. Hal itu terkait dengan namanya yang disebut dalam sidang kasus pajak saat eks Kasubdit Ditjen Pajak Handang Soekarno bersaksi untuk terdakwa kasus suap pajak Ramapanicker Rajamohanan Nair alias Mohan.

"Saya mendengar kabar setelah saya dan Fahri menghadiri acara 411 itu ada upaya mencari-cari kesalahan pajak. Soal pajak, saya bayar pajak rutin, saya ikut tax amnesty," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/3/2017).


Fadli sudah mengikuti tax amnesty periode kedua dan rutin melaporkan pajaknya. Dia juga mengaku tidak mengenal terdakwa ataupun saksi dalam sidang kasus dugaan suap penanganan pajak tersebut.

"Saya kira sudah kita laporkan, nggak ada yang ditutupi. LHKPN juga sudah dilaporkan semua, nggak ada urusan," ucapnya.

Selain Fadli, nama Fahri Hamzah disebut dalam persidangan tersebut. Dia meyakini Fahri juga tidak ada kaitannya dengan masalah pajak.

"Saya kira Pak Fahri nggak ada urusan juga. Saya kira karena urusan politik saja setelah urusan 411. Kalau mau mencari urusan pajak, carilah yang besar-besar itu, kakap-kakap konglomerat," ungkap Waketum Gerindra ini.

Sebelumnya diberitakan, nama 2 Wakil Ketua DPR, yaitu Fadli Zon dan Fahri Hamzah, muncul dalam sidang lanjutan kasus pengurusan pajak di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta. Nama keduanya muncul dari percakapan melalui layanan pesan WhatsApp.

"Ini ada komunikasi WA (WhatsApp) tanggal 7 November, di sini ada nama Pak Eggi Sudjana, kemudian ada Pak Fadli Zon, kemudian Pak Fahri Hamzah, ini kaitannya apa?" kata jaksa KPK Takdir Suhan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Country Director PT EK Prima (EKP) Ekspor Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair di PN Tipikor Jakarta, Senin kemarin.

Saat itu, jaksa KPK menghadirkan saksi, yaitu Handang Soekarno (Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan) dan Andreas Se­tiawan (ajudan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi). Percakapan via WhatsApp yang dibacakan jaksa KPK itu merupakan komunikasi antara Handang dan Andreas. Nama-nama itu diduga merupakan wajib pajak yang persoalannya ditangani Handang.
(imk/van)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed