DetikNews
Selasa 21 Maret 2017, 12:36 WIB

Polri Bentuk Tim Asistensi Redam Konflik Taksi Online-Konvensional

Bartanius Dony - detikNews
Polri Bentuk Tim Asistensi Redam Konflik Taksi Online-Konvensional Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut pihaknya akan membentuk tim asistensi untuk meredam konflik antara pengemudi taksi online dan sopir angkutan konvensional. Tim dibentuk untuk mengatasi gesekan yang terjadi di daerah.

"Dari pusat akan bentuk tim untuk asistensi. Ada beberapa tempat yang ada gejolak, ini perlu asistensi dari pusat sehingga nantinya ada kesepakatan yang lebih riil," ujar Tito di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).



Tim ini bekerja untuk mencegah kericuhan di antara sopir, seperti yang terjadi di Bandung dan Tangerang, beberapa waktu lalu.

"Semoga tidak terjadi lagi aksi kekerasan yang merugikan masyarakat," ujar Tito.

Selain itu, Tito mengimbau agar dilakukan dialog intens antara stakeholder dan beberapa lembaga pemerintah terkait.

"Di tingkat daerah, stakeholder terkait, yang ada taksi online-nya, bersama dengan Polri, dinas perhubungan, dan Kominfo harus lakukan dialog yang lebih intens," imbaunya.

Untuk mencegah konflik, Tito juga menginstruksikan jajarannya mendengar informasi publik terkait dengan konflik ini. Dia menekankan adanya dialog dalam menanggulangi konflik.

"Kalau terjadi anarkis, ya tegakkan hukum, baru kita lakukan dialog lagi," tegasnya.

Untuk solusi masalah angkutan online ini, Kementerian Perhubungan merevisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Permenhub ini juga mengatur tarif angkutan online. Tarif angkutan online akan ditentukan oleh pemerintah daerah masing-masing dan akan mulai berlaku pada 1 April 2017.
(brt/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed