DetikNews
Selasa 21 Mar 2017, 09:29 WIB

Polisi: Sabar Nababan yang Ngaku Tuhan Agama Baru Idap Skizofrenia

Mei Amelia R - detikNews
Polisi: Sabar Nababan yang Ngaku Tuhan Agama Baru Idap Skizofrenia Foto: Facebook Sabar Nababan
FOKUS BERITA: Nababan Mengaku Tuhan
Jakarta -

Seorang dosen di Universitas Mataram (Unram), Sabar Nababan, mengaku sebagai tuhan sebuah agama baru, Agama Angkasa Nauli (AAN). Pihak Kepolisian Resor Mataram mengatakan Sabar mengidap skizofrenia atau kelainan mental jangka panjang.

"Kita mendapatkan surat dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB, yang isinya bahwa yang bersangkutan mengidap skizofrenia sejak 2015," ujar Kapolres Mataram AKBP Muhammad kepada detikcom, Selasa (21/3/2017).

Sabar Nababan bikin heboh media sosial, terutama Facebook, karena pengakuannya sebagai tuhan dari AAN. Banyak yang berkomentar negatif terhadap Sabar, tak sedikit pula yang memilih menganggapnya sebagai candaan.

Sabar telah dimintai keterangan pada Senin (20/3) kemarin. Sejauh ini tidak ada proses hukum terhadapnya. Hanya, dia diminta tetap melapor ke polisi.

Muhammad menambahkan pihaknya akan terus memantau aktivitas Sabar terkait dengan pengakuannya sebagai tuhan dan agama baru tersebut. "Iya, kami pantau dan awasi terus kegiatannya, dikhawatirkan nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Sampai saat ini, menurut Muhammad, tidak ada kegiatan khusus yang menyangkut keagamaan di rumah Sabar. Sabar juga tidak memasang spanduk atau mengajak orang pindah ke 'agama' baru tersebut.

"Nggak ada spanduk. Orang juga nggak ada yang begitu peduli, hanya ramai di medsos saja," tandasnya.

Pada Kamis siang, detikcom menerima email dari seseorang yang mengaku Sabar Nababan. Dalam email tersebut, dia membantah polisi yang menyatakan dirinya sakit skizofrenia. Namun pria ini mengakui bahwa dia mendeklarasikan agama AAN dan mengaku tengah menulis kitab yang disebutnya kitab 'Kebenaran'.
(mei/fjp)
FOKUS BERITA: Nababan Mengaku Tuhan
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed