DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 19:53 WIB

Sebagian Wilayah Raja Ampat Ditutup untuk Survei Kerusakan

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Sebagian Wilayah Raja Ampat Ditutup untuk Survei Kerusakan Foto: Dok. Kementerian LHK
Jakarta - Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno, meng-update hasil survei lintas Kementerian dan Spica Insurance terkait penabrakan terumbu karang oleh kapal MV Caledonian Sky di Kabupaten Raja Ampat. Arif mengatakan seluas 22.060 meter persegi wilayah survei ditutup.

"Kita kan ingin dapat kompensasi yang sesuai dengan keinginan kita. Kalau nanti mereka masalahkan TKP yang terkontaminasi bagaimana? Jadi kita harap teman-teman hormati proses. Kalau sudah dinyatakan sebagai tempat survei jangan ke situ lah," kata Arif saat jumpa pers di Lobi Gedung Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

Ia mengatakan tidak mengetahui kapan tempat tersebut ditutup. Namun proses penutupan karena adanya survei yang dilakukan.

"Update hasil sementara tim di lapangan, pada minggu ini tim telah sepakati dengan tim asuransi luas wilayah survei, bukan luas kerugian, yaitu 22.060 meter persegi. Luas ini rata-rata kedalaman 3-6 meter," sambungnya.

Survei ini dibagi dalam 9 transect. Transect sendiri adalah istilah khusus untuk penilaian terumbu karang dengan menggunakan sistem fotografi per tiap meter.

"Sampai hari ini baru 7 transect yang selesai disurvei bersama, karena ombak deras. 2 lainnya dilakukan besok. Nah setelah nanti selesai bersama, kita akan verifikasi luas wilayah kerusakan," ujar Arif.

Arif menerangkan ada tim penegakan hukum dari LHK. Selain itu untuk menginvestigasi pidananya juga ada tim Core Map di bidang terumbu karang dari ITB dan KKP soal dampak sosial ekonomi di sana.

"Kita harapkan dalam waktu yang tidak lama lagi, semua transect selesai, lalu lakukan penilaian kerusakan. Tim juga telah ambil sampel dan itu dicatat dengan baik," ujarnya.

Selanjutnya Arif menjelaskan survei luas wilayah ini menggunakan sebuah metode. Perhitungan metode tersebut akan dibahas bersama tim Indonesia dan asuransi serta pakar LIPI dan IPB.

"Cari barang bukti dari LHK, mereka sudah di lapangan dan ada di sana sampe hari rabu-kamis. Nanti mereka yang punya mandat di bidang pidana. Langkah selanjutnya dari mereka. Core map liat valuasi kerugian ekonomi. Jadi satu dengan valuasi area damage," ujarnya.

"Valuasi secara umum ada production value dan restoration value. Belum bisa ditentukan sekarang, harus selesaikan damage area," imbuh Arif.
(bag/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed