Hari Buruh
Senin 20 Mar 2017, 19:51 WIB

KSP: Pabrik Semen Rembang Sepakat Penambangan di Kendeng Dihentikan

Ray Jordan - detikNews
KSP: Pabrik Semen Rembang Sepakat Penambangan di Kendeng Dihentikan Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki mengaku sudah memanggil pihak PT Semen Indonesia terkait dengan aktivitas penambangan di Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Teten menyebut pihak Semen Indonesia sepakat aktivitas penambangan di wilayah itu dihentikan.

"Tadi pagi sebelum mereka (perwakilan petani Kendeng ke KSP-red), kami sudah memanggil PT semen Indonesia, lalu Kementerian BUMN. Jadi tadi pagi kami sudah memanggil PT Semen Indonesia, hadir Kementerian BUMN yang diwakili oleh Kak Harry sebagai deputi di Kementerian BUMN untuk merespons demo dari masyarakat Kendeng yang menolak pabrik semen. Sudah disepakati bahwa PT semen Indonesia menghentikan sementara proses penambangannya dan memang sudah mereka hentikan," kata Teten usai melakukan dialog dengan perwakilan petani Kendeng di Kantor Staf Kepresidenan, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Teten mengatakan, pihak Semen Indonesia juga akan melakukan perbaikan terhadap jalan-jalan yang rusak akibat keluar masuknya alat-alat berat mereka.

"Mereka akan melakukan perbaikan terhadap jalanjalan yang rusak akibat alat-alat berat," kata Teten.

Selain itu, menurut Teten, rencana peresmian pabrik di Kendeng tersebut juga akan ditunda.

"Rencana peresmian pabrik mungkin ditunda dulu. Kita termasuk juga beberapa proses hukumnya terhadap masyarakat Kendeng, saya akan bicarakan dengan Kapolri dan Kapolda," katanya.

Teten menjelaskan, Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sudah dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan tim independen di wilayah pembangunan pabrik semen di Kendeng tersebut. Kajian itu akan selesai akhir bulan ini.

"Sehingga, setelah KLHS selesai akan membicarakan hasil KLHS ini dengan Kementerian BUMN, PT Semen Indonesia, dengan Kementerian LHK dan pemda, gubernur dan bupati," kata Teten.
(jor/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed