Pencinta Hewan Protes Penangkapan Anjing Liar oleh Pemprov DKI

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 20 Mar 2017 17:14 WIB
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Komunitas pencinta anjing di Jakarta resah karena mendapati anjing liar yang mereka 'pelihara' di wilayah Jakarta Utara diciduk oleh petugas Sudin Peternakan DKI. Mereka mempertanyakan soal perawatan anjing itu setelah diciduk petugas.

Salah satu anggota komunitas pencinta anjing TPP, Ting Ping Ping, mengatakan timnya memberi makan anjing-anjing liar setiap hari, memvaksin, hingga melakukan sterilisasi. Hanya, karena keterbatasan tempat, dia dan timnya tidak bisa menampung semua anjing yang dirawatnya.

"Salah satu kejadian kemarin, Jumat (17/3), dua anjing liar yang kami beri makan setiap hari di Villa Kapuk Mas 2 Jakarta Utara diciduk petugas. Mereka bilang ada surat tugas, tapi tidak diperlihatkan," kata Ping Ping di Pusat Kesehatan Hewan di Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017). Di Pusat Kesehatan Hewan itu, mereka bermaksud menjemput anjing yang diambil petugas.

Ping Ping menambahkan, meski liar, anjing-anjing itu tidak pernah mengganggu warga sekitar. Anjing tersebut juga kerap diberi makan dan dirawat oleh timnya.

"Dia anjing liar, sama orang sudah baik. Mereka bilang ada surat perintah, tapi nggak diperlihatkan, ada ditanyain diambil aja di Ragunan (Puskeswan) katanya nggak ada. Ini anjing ke mana?" kata dia.

"Perjuangan kita untuk sterilin mereka itu banyak, kita sampai jualan apa-apa. Ini anjing saya dicaplok (ditangkap) pakai jaring ikan, asal aja. Mereka juga cek rabies, vaksin juga lengkap ada surat-suratnya, tapi mereka main asal jaring aja," timpal Fifi, yang ikut ke Pusat Kesehatan Hewan di Ragunan.

Tak hanya itu, mereka juga mengeluhkan anjing yang dijemput dari Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) kerap mengalami sakit. Tak jarang anjing-anjing itu juga mengalami stres.

"Dia pulang stres ketakutan, ada anjing saya yang luka karena jaring itu badannya bolong gede. Pulang sakit semua lemes. Akhirnya ada yang mati, apa yang disuntik coba," kata Fifi sambil terisak.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara Rita Nirmala mengatakan setiap penangkapan yang dilakukan petugas merupakan hasil laporan dari masyarakat. Dia menambahkan penangkapan itu dalam upaya mengendalikan adanya virus rabies.

"Ada yang laporan, dari informasi-informasi juga bisa. Kalau nggak mengganggu kan nggak ditindaklanjuti. Anjing itu kan salah satu penular rabies, itu kalau menggigit orang gimana. Kan Jakarta bebas rabies, kalau sudah mulai ada yang kena rabies, bisa jadi kejadian luar biasa," urai dia. Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta merupakan dinas yang menangani urusan kelautan, pertanian, perikanan, peternakan dan kesehatan hewan, kehutanan, serta ketahanan pangan.

Soal penangkapan yang dikritik pencinta hewan, dia menyebutnya sudah sesuai dengan prosedur. Menurutnya, saat penangkapan, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat dan Satpol PP.

"Ada prosedur kok. Kita nggak ada prosedur yang dilabrak. Kita bekerja mengawal aturan. Kalau kita ikut melanggar aturan namanya bukan aparatur sipil negara. Ada SOP dan aturannya. Di sana ada, kita menangkap nggak sendirian, pakai Satpol PP. Mau anjing atau kera bawa Pol PP," ujar Rita. (ams/tor)