DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 14:23 WIB

Polisi di Banjarnegara Imbau Warga Tak Asal Serang Orang Gila

Arbi Anugrah - detikNews
Polisi di Banjarnegara Imbau Warga Tak Asal Serang Orang Gila Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banjarnegara - Pengidap gangguan jiwa atau orang gila belakangan ini kerap menjadi korban penganiayaan akibat isu penculikan anak yang disebarkan lewat media sosial. Polisi pun membuat imbauan agar masyarakat tak melakukan labeling dan main hakim sendiri.

Baru-baru ini di Banjarnegara, Jawa Tengah, seorang pengidap gangguan jiwa bernama Sapto Handoyo (49) dikeroyok dan dianiaya sekelompok orang gara-gara isu itu. Jajaran Polres Banjarnegara pun memasang banner imbauan untuk masyarakat.



"Masyarakat diminta tenang dan tidak resah terkait merebaknya isu penculikan di Banjarnegara, hingga saat ini di wilayah hukum Polres Banjarnegara belum menerima pengaduan penculikan anak," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Saiful Anwar kepada wartawan, Senin (20/3/2017).

Imbauan dalam bentuk banner tersebut dipasang di tempat-tempat keramaian, permukiman penduduk oleh jajaran Polsek yang berada di wilayah hukum Polres Banjarnegara. Selain itu, pihaknya juga meminta agar masyarakat bijak dalam menerima berita yang belum jelas sumbernya.
Polisi di Banjarnegara Imbau Warga Tak Asal Serang Orang GilaFoto: Arbi Anugrah/detikcom

"Masyarakat harus bijak dalam menerima berita yang belum jelas, konfirmasi dengan Polri terdekat. Orang tua juga jangan resah namun tetap waspada terhadap keselamatan anaknya," ucapnya.

Dalam banner yang disebar tersebut bertuliskan, 'Terkait berita berisi informasi, bahwa telah beredar atau ditangkapnya pelaku penculikan anak yang akan diambil ginjalnya, dengan modus pura-pura gila, di wilayah Mandiraja adalah tidak benar atau Hoax. Kami sampaikan bahwa hingga saat ini Polsek Mandiraja belum pernah menerima pengaduan penculikan anak'.
(arb/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed