DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 14:04 WIB

Atasi Macet, Pelajar di Semarang Dianjurkan Naik Bus Sekolah

Mega Putra Ratya - detikNews
Atasi Macet, Pelajar di Semarang Dianjurkan Naik Bus Sekolah Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Mengatasi kemacetan saat ini menjadi sebuah tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah pada kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah Kota Semarang, yang saat ini sedang berusaha keras mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan akibat kemajuan kota yang pesat.

Untuk itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada awal tahun 2017 membuat gebrakan dengan memberlakukan sistem satu arah pada sejumlah ruas jalan. Di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajahmada, Jalan Thamrin, dan Jalan Veteran.

Pemberlakuan sistem satu arah tersebut awalnya mendapat penolakan dari pengguna jalan di Kota Semarang. Namun kini, hal itu terbukti telah berhasil memecah simpul kemacetan.

Selain itu, dalam mengurai kemacetan, wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut juga berencana membangun simpang susun di daerah Ngaliyan Pedurungan, dan Banyumanik. Pelebaran jalan di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang juga dilakukan.

Meski demikian, Hendi mengaku semua hal yang dilakukan tersebut tidak dapat menjamin Kota Semarang terbebas dari kemacetan. Sebab, jumlah pengguna kendaraan bermotor di jalanan Kota Semarang setiap harinya terus bertambah.

"Perlu lebih dari sebuah penanganan teknis untuk dapat mengurangi potensi kemacetan di sebuah kota. Budaya bepergiannya juga harus diubah," tegas Hendi dalam keterangannya, Senin (20/3/2017).

Hendi akan terus mengkampanyekan naik kendaraan umum ke setiap SMP di seluruh Kota Semarang. Hal itu dilakukan untuk menanamkan budaya naik kendaraan umum sejak kecil.

"Kita akan bagikan e-Ticket Bus Trans Semarang gratis kepada siswa dan siswi di SMP untuk dapat digunakan selama satu bulan," jelas Hendi.

e-Ticket Bus Trans Semarang yang dibagikan secara gratis tersebut berisi saldo Rp 50.000. Sedangkan tarif Bus Trans Semarang yang berlaku untuk pelajar sendiri adalah Rp 1.000.

Untuk mendukung kampanye naik kendaraan umum di sekolah-sekolah tersebut, Hendi juga menyiapkan Bus Trans Semarang khusus pelajar.

"Saat ini kami siapkan 16 Bus Trans Semarang khusus pelajar yang akan beroperasi mulai pagi hari jam setengah enam (05.30)," tambahnya.

16 Bus khusus pelajar yang dapat mengakomodir 848 penumpang, terdiri dari 4 bus besar yang masing-masing berkapasitas 83 penumpang dan 12 bus sedang yang masing-masing berkapasitas 43 penumpang.

Bus tersebut dirancang agar dapat mengakomodir kebutuhan transportasi para pelajar dan masing-masing bus hanya berjarak 10 menit. Dari 4 koridor masing-masing koridor terdapat 2 pool dan masing-masing pool terdapat 2 bus Trans khusus pelajar.

Sedangkan bus pertama, ketiga, kelima dan seterusnya tetap melayani seluruh penumpang. Penumpang yang dilayani mulai dari pelajar hingga umum dengan tetap menawarkan pembayaran menggunakan kartu yang menjamin pembayaran lebih cepat dan mudah. Kartu tersebut dapat dibeli di shelter transit Pemuda, Imam Bonjol, Karangayu, dan RS. Elisabeth.
(ega/nwy)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed