DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 10:42 WIB

Marak Penganiayaan Orang Gila, Polisi: Jangan Main Hakim Sendiri

Bartanius Dony - detikNews
Marak Penganiayaan Orang Gila, Polisi: Jangan Main Hakim Sendiri Ilustrasi penganiayaan (Edi Wahyono/detikcom)
FOKUS BERITA: Orang Gila Korban Hoax
Jakarta - Akhir-akhir ini marak terjadi penganiayaan terhadap orang gila yang dipicu isu pesan berantai mengenai praktik penculikan. Polisi meminta masyarakat tidak main hakim sendiri.

"Aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan secara hukum, apalagi dilakukan terhadap seseorang yang sama sekali tidak bersalah," kata Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul kepada wartawan, Senin (20/3/2017).



Martinus mengingatkan ada sanksi khusus bagi mereka yang main hakim sendiri. Tindakan tersebut masuk delik pidana.

"Terhadap para pelaku main hakim dengan melakukan perbuatan melawan hukum, maka akan dapat dikenakan sanksi hukum pidana," kata Martinus.

Dalam waktu berdekatan, di sejumlah daerah terjadi penganiayaan oleh warga kepada orang dengan masalah kejiwaan. Penyebabnya, pesan berantai yang menyebut orang gila tersebut sebagai pelaku penculikan anak.

Pada Kamis (16/3), Sapto Handoyo, yang mengalami gangguan jiwa, diamuk massa di Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah. Penyebabnya, ada isu yang menyebutkan dia melakukan penculikan. Polisi mengatakan isu tersebut merupakan isapan jempol. Sapto tidak melakukan penculikan.

Baca Juga: Dituduh Culik Anak, Pria yang Alami Gangguan Jiwa Ini Diamuk Massa

Hal yang mirip terjadi di Sumenep Jawa Timur. Sejumlah orang gila yang biasa lalu-lalang di wilayah tersebut ditangkap warga dan dianiaya. Penyebabnya adalah beredarnya pesan singkat mengenai orang gila penculik anak.

Baca Juga: Orang Gila di Madura Jadi Korban Viral Isu Penculikan Anak
(fjp/fjp)
FOKUS BERITA: Orang Gila Korban Hoax
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed